Siapa yang menang dan kalah dalam krisis energi global?

Ketika harga minyak melonjak, beberapa negara mendapat keuntungan sementara yang lain menghadapi kenaikan biaya.

Perang di Timur Tengah menampilkan betapa besarnya ketergantungan dunia pada beberapa titik strategi.

Selat Hormuz – jalur air sempit di Teluk – ditutup.

Semakin lama hal ini berlangsung, semakin cepat peta energi global dapat terbentuk kembali.

Mulai dari Eropa hingga Asia, banyak negara menghadapi peningkatan risiko pasokan dan ancaman guncangan inflasi.

Jika konflik antara AS, Israel, dan Iran berlarut-larut, maka alternatif lain akan sulit ditemukan.

Namun, Rusia tampaknya akan menjadi penerima manfaat terbesar, dengan melonjaknya harga-harga yang memenuhi keuangan Moskow meskipun ada sanksi dari Barat.

  • Related Posts

    Mahasiswa dari Sejumlah Kampus di Bandung Gelar Demonstrasi Hari ini

    MAHASISWA dari berbagai kampus dan organisasi di Bandung, Jawa Barat, serentak menggelar demonstrasi menuntut pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada 15 Juni 2026. Mereka serentak akan menggelar demonstrasi di Gedung DPRD…

    Kesepakatan Damai AS-Iran Masih Menggantung

    Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyampaikan, kesepakatan yang telah lama dinantikan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah telah dijadwalkan diteken pada hari Minggu. Namun IRGC atau Garda…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *