Polisi Hadang BEM UI saat Demo, BEM UBK: Mereka Berhak Sampaikan Aspirasi

BADAN Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno merespons tindakan aparat kepolisian dan TNI yang mengadang demonstrasi BEM Universitas Indonesia di Bundaran HI, Jakarta Pusat, 12 Juni kemarin.

Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, M. Abdi Maludin, mengatakan aparat kepolisian memang menjalankan SOP dengan mengadang mahasiswa UI, tetapi secara konstitusional mahasiswa berhak menyampaikan aspirasi di Bundaran HI.

“Teman-teman BEM UI juga berhak menyampaikan langsung di Bundaran HI karena memang tujuan dari mereka itu baik, tujuan dari mereka itu hanya menyampaikan aspirasi,” kata Abdi kepada Tempo, 14 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Abdi, BEM UI juga sudah menyampaikan alasan Bundaran HI menjadi titik aksi. Ia sepakat dengan alasan BEM UI karena pemerintah dan DPR RI menutup mata dan telinga terhadap aspirasi rakyat Indonesia.

Abdi mengatakan BEM UBK juga kecewa terhadap DPR RI yang justru tidak melaksanakan fungsinya sebagai legislatif, yakni mengawasi pemerintah. Ia menegaskan DPR justru kehilangan taring ketika ada kebijakan pemerintah yang menyengsarakan rakyat. “Jadi DPR RI ini saya anggap sebagai kacung-kacung pemerintah,” kata Abdi. 

BEM Universitas Bung Karno akan menggelar demonstrasi menyampaikan tuntutan kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026. Aksi yang rencananya digelar pada pukul 10.00 WIB ini membawa tema “Tata Ulang Indonesia”. 

Dalam aksi nanti BEM UBK akan menyampaikan enam tuntutan, antara lain mendesak pemerintah menghentikan sementara dan evaluasi program makan bergizi gratis dan koperasi desa merah putih; meninjau kembali Undang-Undang Polri; setop militerisme dan tegakkan supremasi sipil.

Kemudian, BEM UBK juga mendesak pemerintah mengambil langkah strategis menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional; menuntut pemerintah memberikan hak pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia; dan terakhir meninjau kembali kenaikan harga bahan bakar minyak karena membebani masyarakat.

Abdi memperkirakan massa yang ikut aksi sekitar 200 orang dari UBK. Namun angka ini bisa lebih tinggi apabila kampus lain bergabung. Abdi menerima kabar BEM Universitas Pamulang (Unpam) dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mengatakan bakal bergabung aksi ini.

  • Related Posts

    Populer: Pemecatan Dosen Atma Jaya hingga Tiyo Temukan Alat Pelacak

    SEJUMLAH artikel nasional yang tayang pada Ahad, 14 Juni 2026, menarik minat pembaca. Redaksi Tempo menghimpun tiga artikel yang paling banyak dibaca hingga pagi ini. Artikel terpopuler nasional Tempo yang…

    Pigai Tegaskan KemenHAM Tak Pernah Usulkan Pembangunan Kantor Baru

    Jakarta – Menteri Hak Asasi Manusia RI (HAM) Natalius Pigai menegaskan pihaknya tidak pernah mengusulkan anggaran untuk pembangunan kantor baru dalam pembahasan kebutuhan anggaran Tahun Anggaran 2027. Hal tersebut disampaikan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *