Siapa yang menang dan kalah dalam krisis energi global?

Ketika harga minyak melonjak, beberapa negara mendapat keuntungan sementara yang lain menghadapi kenaikan biaya.

Perang di Timur Tengah menampilkan betapa besarnya ketergantungan dunia pada beberapa titik strategi.

Selat Hormuz – jalur air sempit di Teluk – ditutup.

Semakin lama hal ini berlangsung, semakin cepat peta energi global dapat terbentuk kembali.

Mulai dari Eropa hingga Asia, banyak negara menghadapi peningkatan risiko pasokan dan ancaman guncangan inflasi.

Jika konflik antara AS, Israel, dan Iran berlarut-larut, maka alternatif lain akan sulit ditemukan.

Namun, Rusia tampaknya akan menjadi penerima manfaat terbesar, dengan melonjaknya harga-harga yang memenuhi keuangan Moskow meskipun ada sanksi dari Barat.

  • Related Posts

    Keji Cucu di Banyumas Bunuh Nenek gegara Utang, Korban Dipukul Pakai Palu

    Banyumas – Polisi menangkap pria inisial A alias D (24) usai membunuh neneknya berinisial K (81) dan wanita muda inisial AA (18) di Patikraja, Banyumas, Jawa Tengah. Pelaku membunuh neneknya…

    Pemprov Cabut KJP 2 Pelaku Bullying Bocah hingga Kesetrum di Jakpus

    Jakarta – Dua pelaku bullying Bocah berinisial MWP (6) hingga kejang karena kesetrum tiang listrik di Taman Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat (Jakpus) ditangkap polisi. Karena tindakan ini, Kartu Jakarta…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *