Kejagung-KPK bahas penguatan sinergisme pemberantasan korupsi

Kejagung-KPK bahas penguatan sinergisme pemberantasan korupsi

  • Rabu, 8 Januari 2025 13:04 WIB
Kejagung-KPK bahas penguatan sinergisme pemberantasan korupsi
Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto berbicara dengan awak media di Gedung Utama Kejagung, Jakarta, Rabu (8/1/2025). (ANTARA/Nadia Putri Rahmani)

Ini adalah langkah awal kami untuk melangkah ke depan untuk lebih baik lagi

Jakarta (ANTARA) – Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin menerima kedatangan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Rabu, dalam rangka membahas upaya penguatan sinergisme pemberantasan korupsi.

Burhanuddin mengatakan bahwa pertemuan hari ini merupakan langkah awal dalam hal koordinasi kedua lembaga tersebut sejak pimpinan KPK yang baru dilantik.

“Ini adalah langkah awal kami untuk melangkah ke depan untuk lebih baik lagi,” kata Burhanuddin di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Desk Pencegahan Korupsi ungkap hasil kinerja selama 3 bulan

Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto mengungkapkan bahwa pertemuan hari ini membahas berbagai langkah sinergisme dalam pemberantasan korupsi, mulai dari pendidikan, pencegahan hingga penindakan.

“Itu merupakan kegiatan yang simultan yang sama-sama penting, saling keterkaitan, dan harus dipahami bahwa itu menentukan keberhasilan suatu pemberantasan korupsi,” ucapnya.

Terkait pendidikan, ia menjelaskan bahwa nantinya akan ada pelatihan kepada para calon jaksa untuk mempelajari objek-objek perkara yang menjadi tren baru.

“Misalkan terkait masalah crypto currency. Ini hal yang baru. Dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga sudah menentukan harus seperti apa. Ini juga harus menjadi pemahaman aparat penegak hukum untuk bisa memahami dan aturannya seperti apa,” ucapnya.

Baca juga: Ketua KPK Setyo Budiyanto lanjutkan spirit pemberantasan korupsi

Baca juga: OJK pastikan penguatan tata kelola dan integritas sektor jasa keuangan

Selain itu, lanjut dia, dalam pertemuan itu juga dibahas mengenai peningkatan kerja sama dalam rangka upaya pemulihan aset (asset recovery) lantaran Kejagung memiliki Badan Pemulihan Aset (BPA).

Adapun pembahasan penguatan sinergisme hari ini, kata dia, merupakan upaya awal yang diharapkan mampu meningkatkan pemberantasan korupsi di Indonesia, terutama dalam rangka menurunkan indeks persepsi korupsi (IPK) yang lima tahun terakhir angka atau posisinya kurang bagus.

“Mudah-mudahan pertemuan ini menjadi awal yang baik untuk melakukan komunikasi dan pertemuan berikutnya,” ujarnya.

Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Viral Burung Hantu Ditembak Mati, Wanita di Belu NTT Ditangkap

    Jakarta – Seorang wanita di Dusun Nela, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), viral di media sosial lantaran menembak mati seekor burung hantu karena merasa terganggu. Yang…

    Andre Rosiade Minta Dukungan PLN Percepat Proyek Listri Desa di Dharmasraya

    Jakarta – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meminta PT PLN (Persero) turut membantu percepatan proyek listrik desa di Kabupaten Dharmasraya yang saat ini masih terkendala persoalan pembebasan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *