Presiden PKS tiba di Rumah Din Syamsudin – RakyatPos.ID Network

Jakarta (RakyatPos.ID) –

Presiden PKS Ahmad Syaikhu tiba di rumah Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005—2010 dan periode 2010—2015 Din Syamsudin Jalan Margasatwa, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa.

Berdasarkan pantauan RakyatPos.ID, Syaikhu tiba di Rumah Din sekitar pukul 14.44 WIB.

Syaikhu tampak didampingi oleh sejumlah elite PKS, di antaranya Juru Bicara PKS Pipin Sopian.

Din pun menyambut Syaikhu beserta rombongan PKS dengan hangat. Setelah itu, Syaikhu dan Din Syamsudin berjabat tangan.

Sebelumnya, Ketua DPP PKS Bidang Humas Ahmad Mabruri mengatakan bahwa kunjungan Syaikhu ke kediaman Din Syamsudin merupakan bagian dari semangat silaturahmi kebangsaan untuk membuka ruang dialog dan menemukan berbagai titik temu.

“Dalam Pidato Puncak Milad Ke-21 PKS, Presiden PKS Ahmad Syaikhu menekankan tentang politik silaturahmi. Ini implementasi dari politik kebangsaan. Siang ini yang menjadi agenda utama adalah itu dalam pertemuan Presiden PKS dan Pak Din Syamsudin sebagai tokoh bangsa,” ungkap Mabruri dalam keterangan yang diterima di Jakarta.

Sebagai tokoh yang pernah memimpin PP Muhammadiyah, Din Syamsudin diharapkan bisa memberikan masukan sekaligus nasihat bagi kerja kebangsaan dalam hal ini yang tengah dilakukan PKS.

“Kami meminta pandangan dan masukan bagi PKS sebab kita paham semua elemen sedang berjuang untuk bangsa melalui jalan yang dipilih tanpa menegasikan satu dengan yang lain,” kata dia.

Pewarta: Narda Margaretha Sinambela
Editor: D.Dj. Kliwantoro
RakyatPos.ID Community

Post Views: 2

Redaksi Pos

Related Posts

America250 versus Freedom250: Apa yang perlu diketahui tentang peringatan 250 tahun AS

Washington, DC – Terjadi baku hantam di halaman Gedung Putih, yang segera diikuti dengan lomba berkecepatan tinggi melalui National Mall. Apa yang terjadi di Washington, DC? Ibu kota Amerika Serikat…

Trump mengatakan perjanjian AS-Iran akan ditandatangani hari ini, Hormuz akan 'terbuka untuk semua'

Pembaruan langsung, AS dan Iran tampaknya hampir menandatangani perjanjian perdamaian tahap pertama, namun kedua belah pihak berbeda pendapat mengenai kapan perjanjian tersebut akan ditandatangani. Durasi Video 01 menit 37 detik…