Tanggapan PSI Soal Isu Jokowi Mau Ambil Alih Partai

KETUA Harian Dewan Pengurus Pusat Partai Solidaritas Indonesia Ahmad Ali menepis kabar yang menyebut mantan Presiden Joko Widodo berkeinginan mengambil alih partai politik. Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan dengan Jokowi di rumahnya di kawasan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Kamis, 16 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Kalau Pak Jokowi mau mengambil alih partai, itu bisa saja dilakukan ketika beliau masih menjabat sebagai presiden,” kata Ahmad Ali saat ditemui wartawan.

Ia menilai sikap Jokowi selama menjabat presiden justru menunjukkan karakter kenegarawanan yang tidak mencampuri urusan internal partai politik lain. Karena itu, menurut dia, tidak masuk akal jika setelah tidak lagi berkuasa justru muncul tudingan ingin menguasai partai.

“Ketika dia berkuasa, dia tidak pernah menggunakan kekuasaannya untuk mengambil alih partai politik. Sekarang setelah beliau tidak berkuasa, untuk apa mengambil alih partai? Lebih baik membesarkan partai yang sudah ada hari ini,” ujarnya.

Ahmad Ali meminta pihak mana pun tidak membuat isu tersebut. Menurut dia, isu tersebut sengaja diciptakan oleh pihak atau partai politik yang sedang merasa khawatir. “Saya pikir Pak Jokowi sudah menjawab tentang isu-isu itu. Pak Jokowi sudah menjelaskan itu tidak mendasar sama sekali,” tutur mantan kader Partai NasDem itu. 

Ahmad Ali pun menegaskan bahwa PSI tidak tertarik mencampuri urusan partai lain. Saat ini, kata dia, partainya tengah fokus membangun kekuatan internal untuk menghadapi pemilihan umum 2029.

“Karena kami sendiri sedang berusaha untuk membangun Partai Solidaritas Indonesia agar bisa lolos di pemilu 2029,” ujar dia. 

Sebelumnya dalam laporan Majalah Tempo pada 12 April 2026, Jokowi disebut sebagai salah satu yang pernah menjajaki peluang mengelola Nasdem Tower. Jokowi juga disebut tidak hanya menjajaki peluang mengelola gedung, tapi juga mengurus organisasi partai. Selengkapnya bisa baca di sini

Para politikus NasDem menengarai institusi tersebut disiapkan untuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang belum punya partai setelah dipecat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan gara-gara berpasangan dalam Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2024. 

Jokowi telah membantah kabar itu. Ayah Gibran Rakabuming Raka itu mengatakan bahwa ia sama sekali tidak memikirkan rencana mengambil alih. Dia bertanya berapa triliun rupiah yang dibutuhkan untuk mengakuisisi NasDem yang punya kantor di menara yang menjulang tinggi di Jakarta.

“Kelas saya itu usaha-usaha mikro, kecil, dan menengah,” ujar mantan Wali Kota Solo Jawa Tengah tersebut ketika dimintai tanggapan pada Jumat, 10 April 2026.

  • Related Posts

    Dialog dengan Siswa di NTB, Mendes Sosialisasikan Program Magang di Jepang

    Jakarta – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto melakukan sosialisasi program magang di Jepang untuk memantik semangat belajar para siswa Nusa Tenggara Barat (NTB). Yandri memberi gambaran dunia…

    Bahlil: Politik Bebas Aktif, Ekonomi Juga Bebas Aktif

    MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan kebijakan ekonomi Indonesia menganut prinsip bebas dan aktif. Asas itu, kata dia, berarti Indonesia boleh bertransaksi dengan negara mana pun. Scroll…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *