Apakah perekonomian Iran terpuruk di bawah tekanan perang atau malah bertahan?

Perang Iran telah memperparah kerusakan ekonomi yang terkena dampak sanksi, namun pendapatan minyak telah menjadi penopang yang penting.

AS telah menghabiskan waktu puluhan tahun untuk mencoba menekan Iran secara ekonomi.
Enam minggu setelah konflik Timur Tengah, Teheran masih bertahan.
Serangan AS dan Israel terhadap infrastruktur, industri dan perdagangan semakin merugikan perekonomian Iran.

Namun pendapatan dari minyak terus mengalir, memberikan rezim tersebut dukungan keuangan.

Selat Hormuz kini menjadi pusat pertarungan ekonomi ini; siapa pun yang mengendalikannya mengendalikan tekanan.

Di meja perundingan, keringanan sanksi, miliaran aset yang dibekukan, dan pampasan perang semuanya dipertaruhkan.

Sementara itu, jutaan warga Iran menanggung beban inflasi, kelangkaan, dan jatuhnya mata uang.

  • Related Posts

    Respons Cepat 110 Temukan Tas Bocah Tertinggal di Sabang Tengah Malam

    Kota Depok – Seorang ibu bernama Lia membagikan pengalamannya pertama kali menghubungi call center 110 Polri. Lia meminta bantuan 110 untuk mengecek tas berisi tablet milik putrinya, C (7) yang…

    Projo Ungkap Kesehatan Jokowi Sudah Pulih 99 Persen

    SEJUMLAH kelompok relawan pendukung mendatangi kediaman mantan Presiden Joko Widodo, di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta pada awal Mei kemarin. Kelompok relawan yang dimaksudkan antara lain, Projo dan Bara…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *