Apakah perekonomian Iran terpuruk di bawah tekanan perang atau malah bertahan?

Perang Iran telah memperparah kerusakan ekonomi yang terkena dampak sanksi, namun pendapatan minyak telah menjadi penopang yang penting.

AS telah menghabiskan waktu puluhan tahun untuk mencoba menekan Iran secara ekonomi.
Enam minggu setelah konflik Timur Tengah, Teheran masih bertahan.
Serangan AS dan Israel terhadap infrastruktur, industri dan perdagangan semakin merugikan perekonomian Iran.

Namun pendapatan dari minyak terus mengalir, memberikan rezim tersebut dukungan keuangan.

Selat Hormuz kini menjadi pusat pertarungan ekonomi ini; siapa pun yang mengendalikannya mengendalikan tekanan.

Di meja perundingan, keringanan sanksi, miliaran aset yang dibekukan, dan pampasan perang semuanya dipertaruhkan.

Sementara itu, jutaan warga Iran menanggung beban inflasi, kelangkaan, dan jatuhnya mata uang.

  • Related Posts

    PDIP Minta Segera Bahas RUU Pemilu: Kalau Terlambat Nanti Rumit

    Jakarta – Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo meminta segera dimulai pembahasan revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu. Menurut Ganjar, penundaan pembahasan hanya akan membuat proses legislasi menjadi terburu-buru. “Yang kita butuhkan sebenarnya…

    Teddy: Prabowo Ikut Menanggung Biaya Perjalanan Luar Negeri

    SEKRETARIS Kabinet Teddy Indra Wijaya mengklaim Presiden Prabowo Subianto ikut menanggung biaya perjalanan luar negeri. Misalnya, kata dia, jika biaya perjalanan luar negeri tersebut melewati anggaran yang dialokasikan, Prabowo akan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *