Perang Iran telah memperparah kerusakan ekonomi yang terkena dampak sanksi, namun pendapatan minyak telah menjadi penopang yang penting.
AS telah menghabiskan waktu puluhan tahun untuk mencoba menekan Iran secara ekonomi.
Enam minggu setelah konflik Timur Tengah, Teheran masih bertahan.
Serangan AS dan Israel terhadap infrastruktur, industri dan perdagangan semakin merugikan perekonomian Iran.
Namun pendapatan dari minyak terus mengalir, memberikan rezim tersebut dukungan keuangan.
Selat Hormuz kini menjadi pusat pertarungan ekonomi ini; siapa pun yang mengendalikannya mengendalikan tekanan.
Di meja perundingan, keringanan sanksi, miliaran aset yang dibekukan, dan pampasan perang semuanya dipertaruhkan.
Sementara itu, jutaan warga Iran menanggung beban inflasi, kelangkaan, dan jatuhnya mata uang.






