JURNALIS senior dan pembawa acara program iNews Rakyat Bersuara, Aiman Witjaksono, mengungkap alasan mengundang Permadi Arya alias Abu Janda dalam programnya yang kemudian memantik kontroversi.
Abu Janda, influencer yang saat itu menjadi salah satu narasumber dalam Rakyat Bersuara, dinilai berkata kasar dan menghina narasumber lain di depan televisi nasional yang tayang langsung pada 10 Maret 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Aiman mengatakan banyak orang berpikir bahwa narasumber harus selalu pakar. Namun ia mengatakan penting untuk mengundang pemengaruh yang memiliki kekuatan di media sosial untuk meluruskan informasi.
“Kalau seandainya narasumber yang memiliki kekuatan di media sosial enggak kita undang, akan terjadi spiral of silence. Akan terjadi pembelokan informasi yang terjadi hanya di media sosial,” kata Aiman saat dihubungi Tempo, 13 Maret 2026.
Di sisi lain, Aiman menjelaskan bahwa program Rakyat Bersuara selalu menghadapkan dua pendapat yang berbeda. Sehingga Rakyat Bersuara juga menghadirkan para pakar seperti Ikrar Nusa Bhakti, Feri Amsari, dan Ferry Latuhihin untuk menjelaskan.
“Nah, kenapa Abu Janda diundang yang bukan pakar? Karena dia memiliki pengikut yang banyak lho di media sosial. Dan ketika itu kemudian tidak diklarifikasi, itu bisa menjadi informasi yang liar,” kata Aiman. “Sementara algoritma media sosial itu membuat yang fanatik makin fanatik, yang benci makin benci.”
Aiman mengatakan Rakyat Bersuara memperdebatkan informasi liar tersebut untuk memperjelas sehingga masyarakat bisa memahami. Sehingga, kata Aiman, Rakyat bersuara menganggap perlu menghadirkan narasumber yang memiliki pengikut dan pengaruh di media sosial untuk diklarifikasi. Sebab, kata Aiman, akan berbahaya apabila pendapat mereka tidak diklarifikasi.
Aiman menampik mengundang Abu Janda demi mencari rating. Ia mengatakan program yang ia bawakan selalu mengangkat isu beragam. Misalnya, kata Aiman, Rakyat Bersuara pernah mengangkat topik kriminalisasi aktivis pascademonstrasi Agustus yang secara rating tidak populer.
“Kalau kita cari rating, share, enggak mungkin kita angkat topik itu. Tapi itu kan karena nurani kita yang menuntun itu,“ ujar Aiman.
Aiman mengatakan sebelum on-air dan jeda iklan, tim Rakyat Bersuara selalu mengingatkan narasumber dan penonton untuk menjaga etika saat tayang. Khusus edisi kemarin, Aiman bercerita ia marah sekali kepada Abu Janda karena sudah berkali-kali diingatkan. Ia pun mengusir Abu Janda setelah berkata kasar kepada narasumber lain.
“Saya marah besar sama Abu Janda karena tidak berlaku dengan adab yang baik, dan saya menyesalkan hal tersebut,” ujarnya.
Aiman mengatakan iNews TV tidak akan mengundang Abu Janda untuk sementara sampai ada komitmen untuk menjaga perilakunya di televisi.
Potongan video tayangan program Rakyat Bersuara yang diselenggarakan oleh Inews TV pada Selasa, 10 Maret 2026, viral di media sosial. Abu Janda, pemengaruh yang diundang sebagai narasumber, mengamuk hingga melontarkan makian kepada Mantan Duta Besar Indonesia untuk Tunisia, Ikrar Nusa Bhakti dan Dosen Hukum Tata Negara Universitas Andalas, Feri Amsari. Saat itu mereka berdebat soal perang Amerika Serikat-Israel dan Iran hingga Palestina.
Abu Janda mulanya menyinggung banyaknya masyarakat Indonesia yang memiliki sentimen anti Amerika tanpa dasar yang jelas. Ia menilai ketidaksukaan terhadap Amerika murni kebencian buta semata.
Padahal, kata dia, Amerika memiliki peranan besar terhadap kemerdekaan Indonesia. Ia mengklaim kepergian Netherlands Indies Civil Administration (NICA) dari Indonesia salah satunya karena ada tekanan dari Amerika.
“Amerika tuh punya peran besar sekali pada kemerdekaan kita. Orang tuh ingetnya cuma 17 Agustus aja. Orang lupa pada 1945, Belanda balik. Membonceng pasukan NICA untuk melucuti tentara Jepang,” ujarnya.
Ikrar Nusa Bhakti kemudian mencoba menanggapi pernyataan Abu Janda soal keterlibatan Amerika dalam Konferensi Meja Bundar pada tahun 1948-1949. Belum sempat Ikrar menjelaskan, Abu Janda langsung memotong perkataannya dan meminta agar tidak asal dalam berbicara.
“Oh iya ini anda juga baca sejarah dong. Coba baca buku Nationalism and Revolution in Indonesia karya George McTurnan Kahin,” ujar Ikrar. “Di situ dijelaskan mengapa Amerika turun tangan. Karena ketakutan Amerika bahwa Indonesia akan jatuh ke tangan komunis.”
Ikrar kemudian meminta agar Abu Janda untuk tidak serta merta menilai Amerika sebagai negara yang baik terhadap semua yang mereka lakukan.
Kendati demikian, Abu Janda lagi-lagi memotong ucapan Ikrar. Bahkan, ia sempat mengeluarkan ucapan kasar hingga diperingati oleh Aiman Witjaksono selaku moderator dan pembawa acara.




