BP Taskin: Pentingnya “entrepreneurship” ciptakan negara yang maju

BP Taskin: Pentingnya “entrepreneurship” ciptakan negara yang maju

  • Selasa, 18 Februari 2025 01:00 WIB
BP Taskin: Pentingnya
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko saat memaparkan paparan dalam diskusi media di Jakarta, Senin (17/2/2025). ANTARA/Anita Permata Dewi

Bagaimana membuat masyarakat miskin ini menjadi entrepreneur, menjadi pengusaha-pengusaha

Jakarta (ANTARA) – Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko memandang pentingnya jiwa kewirausahaan atau “entrepreneurship” dalam mendorong terciptanya negara yang maju dan menyejahterakan masyarakat.

“Tidak ada sebuah bangsa, negara akan maju dan sejahtera kalau mayoritas rakyatnya belum memiliki jiwa entrepreneurship,” kata Budiman Sudjatmiko di Jakarta, Senin (17/2).

Baca juga: BP Taskin optimistis MBG percepat capai program strategis Prabowo

Menurut dia, kewirausahaan itu membutuhkan inovasi dan profesionalitas.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Taskin Nanik S Deyang menambahkan pihaknya terus melakukan sejumlah upaya untuk mendorong masyarakat miskin agar bisa berwirausaha.

“Bagaimana membuat masyarakat miskin ini menjadi entrepreneur, menjadi pengusaha-pengusaha,” katanya.

BP Taskin menargetkan untuk mencetak satu desa/kampung menjadi satu industri.

Pihaknya pun akan bekerja sama dengan kementerian/lembaga dan sektor swasta untuk mewujudkan target ini.

Baca juga: BP Taskin: Efisiensi anggaran untuk investasi di Danantara

“Sebagai contoh, sekarang sudah banyak produk dalam negeri yang berkembang pesat, mungkin bisa jadi maklon di satu desa, misal sebuah desa menjadi industri kripik. Dengan pengemasan yang bagus, sehingga bisa menaikkan nilai jual produk,” kata Nanik.

BP Taskin juga bekerja sama dengan sejumlah UMKM dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

“Bekerja sama dengan UMKM karena akan ada bantuan modal. BP Taskin akan merekomendasikan siapa-siapa yang berhak mendapatkan permodalan,” ujarnya.

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    PAN Nilai Usulan Lembaga Pengawas Kaderisasi Parpol Bisa Tabrak Konstitusi

    Jakarta – Partai Amanat Nasional (PAN) menanggapi usulan KPK terkait pembentukan lembaga pengawas kaderisasi partai politik. PAN menilai lembaga pengawasan kaderisasi partai politik oleh KPK akan melanggar konstitusi. “PAN mengapresiasi…

    Menko Yusril Usul Jumlah Komisi di DPR Jadi Ambang Batas Parlemen

    Jakarta – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra mengusulkan agar jumlah komisi di DPR RI dijadikan ambang batas bagi partai politik peserta…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *