Konflik Iran: Mengapa harga minyak tetap mendekati $100 per barel?

Skenario minyak terburuk telah dihindari, namun inflasi dan pertumbuhan yang lebih lambat terus membebani perekonomian global.

Lebih dari 100 hari setelah konflik Iran, 20 persen aliran energi dunia masih terganggu, dan skenario ini digambarkan sebagai guncangan pasokan terbesar dalam sejarah.

Untuk saat ini, skenario mimpi buruk telah dihindari. Harga minyak masih di kisaran $100 per barel.

Banyak analis yang memperingatkan bahwa gangguan terhadap Selat Hormuz dapat menyebabkan harga minyak di atas $200 per barel, sehingga memicu krisis ekonomi global.

Berbagai negara telah mengeluarkan strategi cadangan mereka, eksportir telah menemukan rute alternatif dan melemahkan permintaan telah membantu mengendalikan harga. Namun buffernya semakin menipis.

Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memperingatkan dampak ekonomi akan terus berlanjut hingga tahun 2027, bahkan jika konflik berakhir besok.

  • Related Posts

    Massa Rakyat Memanggil Blokade Pertigaan Gejayan Yogyakarta

    MASSA gabungan yang bersatu dalam gerakan Aliansi Rakyat Memanggil memadati pertigaan Jalan Gejayan, Yogyakarta, Sabtu sore, 13 Juni 2026. Berdasarkan pantauan Tempo, massa yang berasal dari elemen sipil Forum Cik…

    Kekerasan meletus saat protes anti-pemerintah di Kongo

    Umpan Berita Pemimpin partai oposisi Republik Demokratik Kongo, Martin Fayulu, terluka dalam bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa. Ratusan orang berdemonstrasi di ibu kota menentang perubahan konstitusi yang memungkinkan Presiden…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *