Feri Amsari Ungkap Keluarganya Kena Teror Doxing

PAKAR hukum tata negara Universitas Andalas, Feri Amsari, mengungkap keluarganya menjadi korban teror doxing di media sosial. Teror ini diungkap oleh Feri saat konferensi pers di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Saya dan keluarga itu belakangan di-doxing ya. Informasi soal istri, anak-anak saya di-publish oleh orang yang patut saya duga adalah para buzzer,” kata Feri Amsari. 

Feri mengatakan doxing itu dilakukan buzzer disertai bahasa yang mengancam keluarganya. Kata-kata tersebut membuat ia sekeluarga tidak nyaman. Teror itu menyebut bahwa istri dan anak-anaknya akan menjadi korban.

” ‘Kau belum tahu saja istri dan anak-anakmu kalau dijadikan korban,’ gitu ya bahasanya,” ujar Feri. 

Feri mengatakan semestinya negara menjamin perlindungan terhadap kebebasan menyampaikan gagasan. Ia menuturkan, secara prinsip konstitusional, pada dasarnya pemegang kedaulatan adalah publik. Karena publik sebagai pemegang kedaulatan maka publik diberikan ruang untuk menyampaikan pendapatnya sebebas-bebasnya. 

“Itu sebabnya jaminan untuk menyatakan pendapat, pikiran, itu dijamin secara konstitusional tanpa ada batasan sebenarnya jaminan untuk menyampaikan pendapat dan pikiran,” tutur Feri. 

Feri bersama dengan tokoh lain menggelar konferensi pers menyikapi teror dan intimidasi terhadap masyarakat sipil. Selain Feri, mereka yang hadir luring antara lain pendiri Saiful Mujani Research Center and Consulting Saiful Mujani; Ketua YLBHI Muhammad Isnur; Ketua Centra Initiative Al Araf; mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada Tiyo Ardianto; Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi; dan Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya. 

Selama konferensi, mereka mengenakan ban lengan hitam di tangan sebagai penanda sebagai korban teror. 

  • Related Posts

    Pakai Kapal Patroli, Ditpolairud PMJ Evakuasi Lansia Sakit dari Pulau Seribu

    Jakarta – Personel Ditpolairud Polda Metro Jaya bergerak cepat membantu warga sakit di Pulau Payung, Kepulauan Seribu. Seorang lansia berinisial S (68) berhasil dievakuasi dengan menggunakan kapal patroli menuju Puskesmas…

    Nelayan Gaza tetap bertahan dengan perahu yang terbuat dari kusen pintu

    Umpan Berita Nelayan di Gaza menggunakan perahu yang terbuat dari fiberglass, kayu, dan kusen pintu bekas yang menyelamatkan dari puing-puing akibat serangan udara Israel untuk membantu menghidupkan kembali industri perikanan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *