AS mengatakan drone Iran ditembak jatuh, situs radar menyerang di Pulau Qeshm, Goruk

PBB melaporkan bahwa 1,4 juta orang membutuhkan bantuan di Lebanon di tengah serangan Israel terhadap negara tersebut.

Seorang pria memegang bendera Iran di dekat papan reklame anti-AS yang menggambarkan Presiden AS Donald Trump dan Selat Hormuz, di Teheran, Iran, 30 Mei 2026. Majid Asgaripour/WANA (Kantor Berita Asia Barat) melalui REUTERS PERHATIAN EDITOR - GAMBAR INI DISEDIAKAN OLEH PIHAK KETIGA. ISRAEL KELUAR. TIDAK ADA PENJUALAN KOMERSIAL ATAU EDITORIAL DI ISRAEL. TIDAK ADA AKSES UNTUK MEDIA ISRAEL. TIDAK GUNAKAN BBC PERSIAN. TIDAK GUNAKAN VOA PERSIA. TIDAK GUNAKAN MANOTO. JANGAN GUNAKAN IRAN INTERNASIONAL. TIDAK GUNAKAN RADIO FARDA. DIGITAL: TIDAK GUNAKAN BBC PERSIAN. TIDAK GUNAKAN VOA PERSIA. TIDAK GUNAKAN MANOTO. JANGAN GUNAKAN IRAN INTERNASIONAL. TIDAK GUNAKAN RADIO FARDA.

Durasi Video 05 menit 23 detik

05:23

Pembicaraan AS-Iran Berisiko Saat Ketegangan Lebanon Meningkat

  • Militer Amerika mengatakan menembak jatuh empat drone Iran yang diluncurkan menuju Selat Hormuz dan menyerang “situs radar pengawasan pantai Iran” di Pulau Qeshm dan Goruk di pantai selatan Iran.
  • angkatan laut Iran melaporkan melepaskan “tembakan peringatan” pada hari Jumat terhadap pasukan AS di Teluk Oman, dan mengatakan bahwa kapal-kapal AS mengganggu kapal-kapal di wilayah tersebut. Komando Pusat militer AS (CENTCOM) membantah laporan tersebut.

  • Related Posts

    Pakai Kapal Patroli, Ditpolairud PMJ Evakuasi Lansia Sakit dari Pulau Seribu

    Jakarta – Personel Ditpolairud Polda Metro Jaya bergerak cepat membantu warga sakit di Pulau Payung, Kepulauan Seribu. Seorang lansia berinisial S (68) berhasil dievakuasi dengan menggunakan kapal patroli menuju Puskesmas…

    Nelayan Gaza tetap bertahan dengan perahu yang terbuat dari kusen pintu

    Umpan Berita Nelayan di Gaza menggunakan perahu yang terbuat dari fiberglass, kayu, dan kusen pintu bekas yang menyelamatkan dari puing-puing akibat serangan udara Israel untuk membantu menghidupkan kembali industri perikanan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *