Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, Rudy Susmanto Lantik 32 Pejabat di Lingkup Pemkab Bogor

INFO TEMPO – Bupati Bogor Rudy Susmanto melantik dan mengambil sumpah jabatan terhadap 30 pejabat administrator, pengawas, dan fungsional, serta dua Pejabat Pengawas Sekolah Ahli Utama, di Aula Soekarno Hatta Pendopo Bupati pada Kamis, 21 Mei 2026. Prosesi ini merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Atas izin Allah SWT, hari ini saya melantik dan mengambil sumpah jabatan terhadap 30 pejabat administrator, pengawas, dan fungsional, serta dua Pejabat Pengawas Sekolah Ahli Utama. Ini merupakan amanah dan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan integritas, profesionalisme, dan dedikasi dalam melayani masyarakat,” ujar Rudy.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pelantikan ini menjadi bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor. Dalam sambutannya, Rudy menyampaikan bahwa seluruh pejabat yang telah dilantik dapat menjalankan tugas secara optimal. Harapannya, 32 orang itu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kinerja perangkat daerah dan pelayanan publik.

Ia juga menekankan pentingnya komitmen untuk bekerja dengan sebaik-baiknya demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor. “Jalankan tugas dengan sebaik-baiknya demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Pelantikan ini diharapkan dapat memperkuat kinerja birokrasi yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik yang lebih baik di Kabupaten Bogor. (*)

  • Related Posts

    Dari Palestina hingga Catalonia, Guardiola percaya lebih dari sekadar sepak bola

    Pep Guardiola lebih dari sekadar manajer sepak bola, ia menggunakan platform terkenalnya untuk menyoroti hal-hal yang dekat dengan hatinya. Manajer legendaris Liverpool, Bill Shankly, mungkin percaya bahwa sepak bola “jauh…

    'Saya selalu mendengar sebelum saya melihatnya': Drone menimbulkan ketakutan di Kolombia

    Serangan dan pengawasan Menurut para analis, kelompok bersenjata menggunakan perangkat udara tersebut terutama untuk dua tujuan: serangan dan pengawasan. “Mereka menargetkan infrastruktur tertentu, menyerang polisi dan menyerang tentara,” kata Bonilla.…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *