KEPALA Badan Riset Inovasi Nasional Arif Satria membahas soal sumber pendanaan riset dan penelitian BRIN di bawah kepemimpinannya. Arif baru saja dilantik menjadi Kepala BRIN menggantikan Laksana Tri Handoko pada Senin, 10 November 2025.
Arif menjelaskan ada tiga sumber pendanaan yang akan digunakan oleh BRIN. Ketiga sumber itu ialah dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebagai sumber utama, kemudian dana dari Danantara, dan sumbangan dari lembaga internasional.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Arif mengatakan pihaknya akan mengoptimalkan sumber pendanaan alternatif. Ia juga memenekankan bahwa kerja-kerja riset dan meneliti membutuhkan dana yang tidak sedikit. “Karena riset kita memang mau tidak mau ya butuh dana besar. Negara mana pun juga sama, bahwa kalau kita ingin riset, mau tidak mau pendanaan menjadi faktor yang sangat penting,” kata Arif usai sera-terima jabatan di Kantor BRIN, Jakarta Pusat, pada Selasa, 11 November 2025.
Adapun pagu anggaran BRIN pada 2025 semula ditetapkan sebesar Rp 5,84 triliun. Namun, dana ini dipangkas 24,46 persen atau senilai Rp 1,42 triliun saat efisiensi anggaran pada awal tahun lalu. Sementara itu, pada 2026 nanti, BRIN mendapatkan alokasi dana APBN sebesar Rp Rp 6,144,6 triliun. Angka ini masih lebih kecil dibandingkan anggaran 2024 yang sebesar Rp 6,3 triliun.
Arif mengatakan riset ke depan bakal fokus memperkuat pengembangan riset pangan dan energi dengan pendekatan nanoteknologi. Menurut dia, keinginan ini sesuai dengan amanat dari Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga ketahanan pangan nasional di Tanah Air.
“Saya kira riset pangan dan energi yang harus diperkuat. Pendekatannya bisa dengan nanoteknologi, AI (akal imitasi), dan genomiknya,” kata Arif.
Ia menilai isu pangan dan energi ini sebagai kajian strategis yang sangat membutuhkan orkestrasi dan kolaborasi dari pelbagai lembaga dan kementerian. Eks rektor IPB ini menyatakan sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, hingga perguruan tinggi, untuk pengembangan riset di dua sektor tersebut.
Selama dua bulan ke depan, Arif bakal meramu seluruh masukan dan evaluasi dari para pegawai dan periset di BRIN menjadi suatu kerangka kerja. Pelbagai dokumen dan rencana strategis, kata dia, akan digodok dalam dua bulan ini untuk menggenjot kemajuan riset di Tanah Air.
“Big picture-nya atau kerangkanya adalah seperti yang sudah saya sampaikan kemarin bahwa kita perlu konsolidasi nasional dalam bidang riset dan inovasi,” ucap Arif.
Pilihan Editor: Kepentingan Politik di Balik Tarik-Ulur Pergantian Kepala BRIN






