Pemkot Makassar tertibkan pasar “tumpah' karena jadi biang kemacetan

Pemkot Makassar tertibkan pasar “tumpah’ karena jadi biang kemacetan

  • Minggu, 24 Agustus 2025 18:58 WIB
  • waktu baca 3 menit
Pemkot Makassar tertibkan pasar
Satpol PP Makassar melakukan penertiban di Pasar Tumpah sepanjang Jalan Dr Leimena karena mengganggu arus lalu lintas di sepanjang jalan tersebut, Minggu (24/8/2025). ANTARA/HO-Pemkot Makassar

Tujuan utama dari penertiban ini adalah menjaga estetika kota sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melintas

Makassar (ANTARA) – Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi menertibkan pasar tumpah di sepanjang Jalan Dr Leimena, tepatnya jalur penghubung menuju Kecamatan Manggala dan Panakkukang karena menjadi biang kemacetan.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Makassar, Minggu, mengatakan aktivitas perekonomian warga adalah hal utama, namun tetap harus memperhatikan ketertiban, keamanan dan kenyamanan oleh masyarakat.

“Harus ada solusi yang tepat dan tidak ada yang dirugikan. Para pedagang harus diberikan solusi agar mereka tetap bisa berjualan tanpa mengganggu orang lain seperti pengguna jalan,” ujarnya.

Camat Panakkukang Ari Fadli menjelaskan penertiban melibatkan tim Satpol PP Kecamatan, bersama jajaran petugas kebersihan yang juga melakukan pembersihan drainase dan selokan di sepanjang jalan tersebut.

Baca juga: Gubernur Jatim kendalikan inflasi dengan gelar pasar murah di Sumenep

“Tujuan utama dari penertiban ini adalah menjaga estetika kota sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melintas. Ini sesuai arahan pimpinan agar wilayah tetap tertib,” katanya.

Ari mengatakan Kecamatan Panakkukang tidak hanya sekadar melakukan penertiban, tetapi juga menghadirkan solusi.

Dengan pendekatan persuasif dan humanis, para pedagang ditertibkan sekaligus diberikan alternatif lokasi baru agar tetap bisa berjualan tanpa mengganggu ketertiban umum.

Ia menyatakan, Jalan Dr Leimena merupakan jalur alternatif penghubung tiga kecamatan, yakni Panakkukang, Manggala, dan Tamalanrea. Aktivitas pedagang di lokasi tersebut setiap pagi seringkali memicu kemacetan.

Baca juga: PT Timah optimalkan mineral ikutan untuk perluas pasar “rare earth”

“Berdasarkan pendataan, terdapat sedikitnya 35 pedagang yang berjualan di sepanjang jalan itu. Sebagai solusi, pihak kecamatan bersama Pemkot Makassar tengah menyiapkan lokasi relokasi yang lebih layak,” tuturnya.

Sebagai solusi, maka opsi yang dikaji antara lain menampung pedagang di area Pasar Tello atau memanfaatkan ruang Car Free Day (CFD) di koridor Jalan Leimena penghubung Manggala–Tamalanrea.

Namun, karena lokasi tersebut berada di bawah kewenangan Balai Jalan Sulsel, maka Pemkot Makassar akan melakukan koordinasi lebih lanjut sebelum menetapkan kebijakan relokasi.

Ari menambahkan, langkah ini menjadi bukti bahwa penataan kota tidak hanya berbicara tentang aturan, tetapi juga tentang menjaga keberlangsungan hidup warga, di mana menciptakan keseimbangan antara ruang publik yang tertib dan ruang ekonomi rakyat yang tetap berjalan.

“Tentu, pedagang tidak dibiarkan begitu saja, sebagai solusi mereka kami fasilitasi agar bisa berjualan di tempat resmi tanpa mengganggu lalu lintas. Prinsipnya, penertiban ini untuk kebaikan bersama,” ucap Ari.

Langkah cepat ini sekaligus menjadi upaya Pemkot Makassar dalam menciptakan lingkungan kota yang tertib, bersih, dan nyaman, sejalan dengan program penataan ruang publik serta pengendalian pasar tumpah yang kerap menimbulkan persoalan sosial maupun lalu lintas.

Baca juga: Mentan pastikan operasi pasar tekan harga beras dan lindungi konsumen

Pewarta: Muh. Hasanuddin
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Prabowo Bertemu Macron Bahas Alutsista hingga Energi

    PRESIDEN Prabowo Subianto menyambangi Istana Élysée, Paris, Prancis, untuk melakukan pertemuan tête-à-tête alias empat mata dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, pada Selasa siang, 14 April 2026 waktu setempat. Momen ini…

    Tentara Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Segera Diadili

    Jakarta – Empat tentara yang menyiram air keras ke aktivis KontraS, Andrie Yunus, segera diadili. Berkas perkara kasus penyiraman air keras itu sudah dinyatakan lengkap. Singkat cerita, Andrie Yunus menjadi…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *