Unmul temukan satu kecurangan selama UTBK-SNBT

Unmul temukan satu kecurangan selama UTBK-SNBT

  • Jumat, 2 Mei 2025 20:53 WIB
  • waktu baca 2 menit
Unmul temukan satu kecurangan selama UTBK-SNBT
Pelaksanaan hari terakhir UTBK-SNBT di Unmul Samarinda, Jumat (2/5/2025). ANTARA/Ahmad Rifandi

satu peserta yang terindikasi melakukan kecurangan sebelum ujian dimulai

Samarinda (ANTARA) – Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Kalimantan Timur menemukan satu kasus indikasi kecurangan selama pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) tahun ajaran 2025/2026, yang digelar mulai 23 April hingga 2 Mei 2025.

“Dari total 11.975 peserta yang melaksanakan tes di lokasi Unmul, kami hanya mendapati satu peserta yang terindikasi melakukan kecurangan sebelum ujian dimulai,” ujar Wakil Rektor I Bidang Akademik Unmul Profesor Lambang Subagiyo di Samarinda, Jumat.

Lanjut dia, modus kecurangan yang dilakukan peserta tersebut adalah dengan memanfaatkan perangkat elektronik tersembunyi. Pihaknya menduga kamera tersebut digunakan untuk memotret soal ujian dan kemudian dijawab dari jarak jauh, sementara perangkat di telinga berfungsi untuk menerima jawaban.

Lambang menegaskan bahwa Universitas Mulawarman telah mengantisipasi potensi kecurangan dengan berbagai langkah preventif, seperti penggunaan perangkat valid berupa metal detektor, kemudian tempat duduk yang disusun berjarak, hingga pengawas berlapis.

“Kami scan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Sehingga dipastikan aman sebelum peserta mengerjakan soal,” tuturnya.

Baca juga: ITB akui satu mahasiswanya terlibat perjokian UTBK 2025

Baca juga: Undip sediakan 68 metal detector amankan UTBK

Selain upaya dari pihak universitas, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiksaintek) juga memberikan informasi terkait peserta dengan indikasi anomali.

“Misalnya kediaman peserta di Jakarta, ambil minat kampus di Surabaya dan di Jogja, namun ikut tes di Unmul Samarinda, menimbulkan kecurigaan kenapa jauh-jauh ujian di sini. Maka kami mengantisipasi hal itu,” imbuh Lambang.

Menurutnya, penemuan satu kasus kecurangan ini memberikan efek jera bagi peserta lain. Ia menambahkan bahwa pengawasan ketat pada hari pertama, di mana pimpinan universitas turun langsung memantau, membuat potensi kecurangan sangat kecil.

Upaya kecurangan baru muncul di hari kedua, namun berhasil terdeteksi lebih awal. Informasi penemuan kecurangan ini pun diyakini telah menyebar sehingga mencegah potensi kecurangan di hari-hari berikutnya.

Menanggapi temuan kecurangan tersebut, Profesor Lambang menyatakan bahwa tindakan tegas diberikan kepada peserta yang bersangkutan sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kami bubuhkan di berita acara terkait kejadian kecurangan peserta tersebut dan sudah dipastikan tidak lulus,” tegasnya.

Baca juga: Undip fasilitasi empat penyandang difabel ikuti UTBK

Baca juga: Panitia SNPMB mohon maaf keliru tampilkan foto joki dalam UTBK 2025

Baca juga: Rektor USU tegaskan sanksi hukum bagi pelaku ujian yang curang

Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Ragam Cerita Warga Mudik Lebih Cepat di Weekend Terakhir Ramadan

    Jakarta – Sejumlah warga mulai melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026 lebih awal pada akhir pekan terakhir Ramadan ini. Beberapa titik keberangkatan, seperti stasiun, jalan tol, hingga pelabuhan, mulai dipadati pemudik…

    Prabowo Singgung Pengamat Tak Patriotik, Celios: Paranoid

    CENTER for Economic and Law Studies atau Celios mengkritik ucapan Presiden Prabowo Subianto soal pengamat yang tidak patriotik. Menurut Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira, tudingan itu adalah bentuk sikap paranoid…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *