Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung aparat untuk mengambil tindakan terhadap pelaku penjambretan warga negara asing (WNA) di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Dia meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya.
“Saya terhadap tindakan-tindakan premanisme dan sebagainya memberikan dukungan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan seberat-beratnya,” ujar Pramono kepada wartawan di kawasan PIK, Jakarta Utara, Minggu (17/5/2026).
Pramono menyoroti posisi Jakarta sebagai kota teraman nomor dua di ASEAN. Dia menyebut momentum tersebut harus dijaga bersama-sama.
“Jakarta sekarang ini menjadi kota teraman nomor dua di ASEAN. Dan tentunya momentum ini harus dijaga bersama,” katanya.
Sebelumnya, dalam video dashboard mobil yang viral di media sosial, seperti dilihat detikcom, Kamis (14/5), tampak seorang pria tengah berdiri di pinggir jalan raya Bundaran HI. Terlihat korban tengah fokus melihat ponselnya.
Tak lama setelah itu, tampak salah satu pengendara motor berwarna merah melintas mendekati korban. Selanjutnya, pengendara motor itu langsung menarik paksa ponsel dari tangan korban.
Terkejut dengan aksi si pemotor, korban lalu berupaya mengejar. Namun, ketika mulai berlari, korban sempat tersungkur.
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menyebut pihaknya kini turun tangan memburu pelaku.
“Kami informasikan bahwa tim kami saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku penjambretan dengan korban warga negara asing tersebut,” kata Kombes Iman kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (15/5).
Kombes Iman mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku. Dia menargetkan dalam waktu dekat pelaku dapat ditangkap.
“Jadi tim kami saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap terduga pelakunya. Insyaallah dalam waktu cepat kami akan melakukan penangkapan terhadap pelakunya,” ucapnya. (aik/aik)




