PRESIDEN Republik Korea Lee Jae-myung menyampaikan duka cita atas kematian tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) akibat serangan Israel ke Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Libanon (UNIFIL). Presiden Lee mengutarakan ini langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bilateral di Gedung Biru alias Istana Kepresidenan Republik Korea pada Rabu, 1 April 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Saya ingin menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada anggota militer Indonesia yang berpartisipasi dalam operasi perdamaian di Libanon yang telah meninggal dunia akibat ledakan,” kata Lee pada Rabu, dikutip dari keterangan Sekretariat Presiden.
Konflik Israel dan Hizbullah semakin meruncing. Tiga prajurit TNI tewas dalam dua insiden terpisah di Libanon Selatan. Dua peristiwa itu terjadi dalam kurun waktu 24 jam.
Pada Ahad, 29 Maret 2025, Prajurit Kepala Farizal Romadhon gugur akibat ledakan artileri yang tidak diketahui asalnya. Sehari kemudian, Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan tewas setelah kendaraan yang mereka kawal meledak di sektor timur Libanon Selatan.
Rangkaian peristiwa ini terjadi tak lama setelah militer Israel alias Israel Defense Forces (IDF) mengumumkan peningkatan serangan darat dan udara terhadap Hizbullah. Eskalasi itu berdampak pada wilayah operasi UNIFIL di sepanjang perbatasan Libanon-Israel, yang selama ini menjadi zona penyangga konflik.
Adapun Presiden Prabowo menyampaikan ucapan duka cita atas gugurnya tiga anggota TNI itu lewat media sosial Instagram.
Pada unggahan di akun @prabowo, Ketua Umum Partai Gerindra ini memberikan penghormatan atas pengabdian dan pengorbanan mereka dalam menjalankan tugas negara. “Innalillahi waina ilaihi rajiun, turut berduka cita atas gugurnya Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadon saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah,” kata Prabowo melalui fitur Instastory, pada Selasa, 31 Maret 2026.
Dalam keterangan pers terpisah, Badan Komunikasi Pemerintah RI mengatakan Prabowo menghargai pengabdian para prajurit. Prabowo, menurut Bakom, melihat mereka sebagai sosok yang memiliki dedikasi dan keberanian dalam menjaga perdamaian dunia sekaligus membawa nama baik Indonesia di kancah internasional.
Dani Aswara dan Sultan Abdurrahman berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan editor: ICWA: Serangan Israel Tunjukkan Abainya Komitmen Perdamaian




