SELURUH warga negara Indonesia yang disandera Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 ke Jalur Gaza telah dibebaskan. Mereka saat ini tengah transit di Istanbul, Turki, untuk menjalani pemeriksaan sebelum dipulangkan ke Indonesia.
Jurnalis TV Tempo, Andre Prasetyo Nugroho, yang menjadi salah satu korban penyanderaan, mengatakan mereka tiba di Istanbul Kamis malam, 21 Mei 2026. Saat ini, Andre dan WNI lain tengah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum bertolak ke tanah air. Sebab, mereka mengalami luka akibat disiksa oleh militer Israel.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Andre mengaku dalam keadaan sehat kendati memiliki banyak luka di beberapa bagian tubuhnya. Menurut dia, luka yang didapatkannya masih lebih baik dari pada luka yang dialami relawan lain. “Yang lain lebih parah. Ada yang patah segala macam,” kata dia dari Istanbul saat menghubungi Tempo menggunakan telepon seluler milik staf kedutaan, Kamis.
Andre mengatakan saat ini para relawan itu telah mendapatkan pertolongan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Istanbul. “Mereka akan diobati,” tuturnya.
Selain itu, dalam percakapan singkat itu, Andre sempat bercerita bahwa selama disandera, mereka tidak diberikan makanan dan minuman yang layak. Andre dan beberapa relawan lain juga memilih menjalani aksi mogok makan atau hunger strike sebagai bentuk protes atas kekerasan yang mereka alami. “Minum jarang. Makanan dikasih roti-rotian. Tapi saya hunger strike. Jadi baru makan enak di pesawat tadi,” kata dia.
Andre bersama delapan WNI lainnya diculik militer Israel saat berada di perairan Siprus, Laut Mediterania menuju Gaza, Palestina. Mereka adalah relawan yang tergabung dengan Global Sumud Flotilla (GSF) 0.2 untuk membawa bantuan logistik dan membuka blokade Israel terhadap Palestina.
Global Peace Convoy Indonesia–organisasi yang menaungi misi GSF– menyatakan selama menjalani masa penahanan, sejumlah delegasi telah melaporkan kepada GPCI bahwa mereka mengalami tindakan kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi. Bentuk perlakuan yang dilaporkan antara lain pemukulan, penggunaan taser gun, dan peluru karet, penghinaan, pelecehan, hingga pemaksaan posisi tubuh yang menyakitkan.
Sebelumnya, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir juga mengunggah rekaman video yang menunjukkan tentara Israel menyiksa para relawan GSF yang ditangkap. Rekaman itu diunggah melalui akun X pada Rabu, 20 Mei 2026.
Dalam video tersebut terlihat sejumlah relawan yang ditangkap oleh pasukan Israel. Salah seorang perempuan terdengar meneriakkan “free Palestine”, sebelum kepalanya ditarik dan dipaksa menunduk hingga menyerupai posisi sujud. Video itu juga memperlihatkan Ben-Gvir berkeliling memantau para relawan yang ditangkap.




