Tanda tangan Trump akan muncul di mata uang AS sebagai presiden pertama yang menjabat

Pengumuman tersebut adalah contoh terbaru Trump yang benar-benar mencantumkan namanya di institusi-institusi AS.

Tanda tangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan segera muncul pada mata uang AS dalam rangka memperingati 250 tahun Hari Kemerdekaan negara tersebut pada tanggal 4 Juli.

Langkah yang diumumkan oleh Departemen Keuangan AS pada hari Kamis ini merupakan langkah pertama bagi presiden yang sedang menjabat.

Cerita yang Direkomendasikan

daftar 4 barang

daftar akhir

Hingga saat ini, uang kertas AS – yang terbagi dalam pecahan $1, $2, $5, $10, $20, $50, dan $100 – telah memiliki tanda tangan Menteri Keuangan dan bendahara.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Trump telah menempatkan negaranya pada jalur menuju “pertumbuhan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya” serta “kekuatan dan stabilitas fiskal”, dan perubahan tersebut akan mengakui “pencapaian bersejarahnya”.

Di bawah kepemimpinan Trump, pertumbuhan ekonomi secara umum sejalan dengan tren pascapandemi yang dilakukan pendahulunya dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Produk domestik bruto (PDB) AS tumbuh sebesar 2,2 persen pada tahun 2025, sedikit di bawah rata-rata pertumbuhan sebesar 2,5 persen pada tahun 2022-2024.

Gubernur California Gavin Newsom, yang secara luas dipandang sebagai kandidat terdepan dalam nominasi presiden dari Partai Demokrat pada tahun 2028, mengejek pengumuman Departemen Keuangan.

“Sekarang warga Amerika akan tahu siapa yang harus disalahkan karena mereka membayar lebih untuk bahan makanan, bahan bakar, sewa rumah, dan layanan kesehatan,” kata Newsom dalam sebuah postingan di media sosial.

Tindakan terbaru pemerintahan Trump untuk menghilangkan kejadian yang terjadi seminggu setelah Komisi Seni Rupa AS, yang dipimpin oleh orang yang ditunjuk Trump, Rodney Mims Cook Jr, mendukung pencetakan koin emas peringatan bergambar presiden Partai Republik.

Pengumuman tersebut, yang didasarkan pada celah dalam undang-undang yang melarang menggambarkan presiden yang masih hidup dalam peredaran mata uang, memicu reaksi balik dari para eksekutif, yang menyamakan langkah tersebut dengan perilaku diktator dan raja.

Trump, yang secara agresif mendorong merek pribadinya selama karirnya sebagai seorang maestro real estate, telah memasukkan namanya ke dalam daftar institusi dan proyek yang terus bertambah sejak kembali ke Gedung Putih, termasuk Pusat Seni Pertunjukan John F Kennedy, Institut Perdamaian AS, dan kapal perang kelas yang akan datang.

  • Related Posts

    Berhemat, DPR Bakal Padamkan Lampu Pukul 18.00 WIB

    DEWAN Perwakilan Rakyat bakal memberlakukan pemadaman listrik untuk membatasi penggunaan energi di lingkungan parlemen. Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar mengatakan lampu hingga pendingin ruangan atau AC di ruang kerja maupun…

    Cek Calon Lokasi Sekolah Rakyat Baru di LAN, Gus Ipul: Sangat Representatif

    Jakarta – Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau calon lokasi Sekolah Rakyat di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN), Penjompongan, Jakarta Pusat. “Setelah saya melihat situasi…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *