Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Usut Permintaan Dana CSR Kasus Pemerasan Maidi

JakartaKPK telah memeriksa Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun (BP) jadi saksi kasus pemerasan dana CSR dengan tersangka Walkot Madiun nonaktif Maidi. KPK mendalami soal dugaan Maidi meminta dana CSR ke pihak swasta.

“Dalam pemeriksaan hari ini, saksi didalami pengetahuannya berkaitan dengan proses-proses perencanaan dan permintaan dana CSR yang dilakukan oleh tersangka Wali Kota Madiun kepada pihak-pihak swasta,” kata Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Senin (11/5/2026).

Adapun hari ini KPK juga memeriksa dua orang saksi lainnya, yaitu Plt Kadis Perhubungan Pemkot Madiun Agus Mursidi (AM) serta Agus Tri Tjatanto (ATT) selaku Sekdin PUPR Pemkot Madiun. Mereka didalami seputar perizinan ke pihak swasta yang tak kunjung diterbitkan jika tidak memberikan CSR sesuai permintaan Maidi.

“Sehingga unsur ancaman atau unsur pemerasannya menjadi kuat ya dalam konstruksi perkara ini, termasuk juga dugaan penerimaan-penerimaan yang dilakukan di sejumlah dinas dari para pihak swasta yang kemudian itu juga diduga untuk kebutuhan dari Walikota Madiun,” ucapnya.

Bagus sendiri selesai diperiksa KPK pada pukul 17.49 WIB. Dia diperiksa sekitar 10 jam lebih sejak pukul 07.39 WIB.

Usai diperiksa, Bagus irit bicara. Dirinya meminta apa saja yang didalami dalam pemeriksaan ini ditanyakan ke penyidik KPK.

“Tanya penyidik, ya,” ujar Bagus usai diperiksa.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Maidi sebagai tersangka dugaan pemerasan dan gratifikasi. Maidi diduga meminta fee dari perizinan usaha yang ada di Madiun.

KPK menyita uang tunai Rp 550 juta dalam kasus yang menjerat Maidi. Total ada tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, berikut ini identitasnya:

1. Wali Kota Madiun, Maidi
2. Kepala Dinas PUPR Kota Madiun, Thariq Megah
3. Pihak Swasta, Rochim Rudiyanto. (ial/idn)

  • Related Posts

    Apakah wilayah kekuasaan AS sedang mengalami kemerosotan yang berkepanjangan?

    Perang Iran telah menempatkan AS dalam situasi di mana ‘Amerika tidak bisa mengendalikan diri namun tidak bisa pergi begitu saja’, kata ekonom Richard Wolff. Ketika Amerika Serikat mengancam untuk mengambil…

    Lebanon Terbaru

    Lewati tautanLewati ke Konten Hidup Menu navigasi berita Afrika Asia AS & Kanada Amerika Latin Eropa Asia Pasifik Timur Tengah Dijelaskan Pendapat Olahraga Video Fitur Ekonomi Hak Asasi Manusia Krisis…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *