BPW Indonesia tekankan pentingnya perkuat literasi HAM

BPW Indonesia tekankan pentingnya perkuat literasi HAM

  • Rabu, 15 Oktober 2025 20:56 WIB
  • waktu baca 2 menit
BPW Indonesia tekankan pentingnya perkuat literasi HAM
BPW Indonesia bersama dengan Kementerian HAM dan Dinas Perpustakaan Banten menggelar sosialisasi penguatan HAM dan pengukuhan Presiden BPW Club Banten di SMA Penabur Kristen Kota Tangerang Selatan, Rabu (15/10/2025) (ANTARA/HO BPW Indonesia)

Jakarta (ANTARA) – Presiden BPW Indonesia Dr Giwo Rubianto Wiyogo menekankan pentingnya literasi hak asasi manusia (HAM) sejak dini agar generasi muda semakin peka dengan isu keadilan dan kesetaraan.

“Dengan literasi HAM yang baik, siswa akan lebih peka terhadap isu keadilan, kesetaraan, dan kebebasan, serta mampu bersikap peka dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Giwo dalam keterangan pers yang diterima, Rabu.

Giwo menjelaskan sekolah menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai HAM melalui sosialisasi yang bertujuan untuk memperkuat literasi, kesadaran hukum dan nilai kemanusiaan di kalangan siswa.

Melalui gerakan BPW Club Banten, Giwo mengatakan sosialisasi nilai-nilai HAM dapat diperluas melalui pemberdayaan perempuan dan generasi muda di tingkat daerah.

BPW Club Banten diharapkan menjadi ruang belajar, jejaring, dan kolaborasi positif bagi perempuan serta pelajar dalam meningkatkan kapasitas dan kontribusi sosial.

“Membangun budaya baca dan memperkuat literasi HAM di sekolah sangat penting dan diharapkan dapat mempraktikkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan,” terang dia lagi.

Baca juga: BPW-Kemenham kerja sama perkuat peran perempuan dalam berbagai isu

Sebelumnya, BPW Indonesia bersama dengan Kementerian HAM dan Dinas Perpustakaan Banten menggelar sosialisasi penguatan HAM dan pengukuhan Presiden BPW Club Banten di SMA Penabur Kristen Kota Tangerang Selatan.

Melalui kegiatan itu, diharapkan para generasi muda dapat memahami makna hak asasi manusia secara lebih mendalam, menumbuhkan empati sosial, meningkatkan budaya literasi, serta menjadi agen perubahan di lingkungannya.

Kegiatan itu juga diharapkan dapat memperkuat peran perempuan sebagai pelopor gerakan literasi dan kemanusiaan, mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan sosial, serta menumbuhkan semangat kolaborasi di kalangan masyarakat.

Baca juga: Kemerdekaan perempuan dan pentingnya pemberdayaan berkelanjutan

Baca juga: Kemenham rilis apikasi PRISMA kawal kepatuhan bisnis terhadap HAM

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Terungkap Aliran Rp 30 M ke Dedi Congor yang Lari Usai Diperiksa KPK

    Jakarta – Kasus suap importasi barang pada Bea Cukai terus bergulir. Terbaru, ada pengakuan terkait aliran uang Rp 30 miliar ke PNS Bea Cukai bernama Ahmad Dedi atau Dedi Congor.…

    J

    Lebih dari seribu mahasiswa memadati kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, menuju Bundaran HI untuk aksi Menuju Indonesia Bangkrut.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *