Lavrov: Rusia-AS capai kemajuan signifikan untuk konflik Ukraina

Lavrov: Rusia-AS capai kemajuan signifikan untuk konflik Ukraina

  • Kamis, 21 Agustus 2025 23:53 WIB
  • waktu baca 2 menit
Lavrov: Rusia-AS capai kemajuan signifikan untuk konflik Ukraina
Arsip foto – Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (PMC) bersama Rusia di Jakarta, Kamis (13/7/2023). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/YU/aa.

Moskow (ANTARA) – Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Kamis mengatakan bahwa kemajuan signifikan telah dicapai dalam KTT Rusia-AS di Alaska dalam hal penetapan parameter penyelesaian konflik Ukraina.

“”Setelah pertemuan puncak Rusia-AS di Alaska — di mana telah dicapai kemajuan penting dalam merumuskan garis besar dan poin-poin utama untuk penyelesaian konflik — negara-negara Eropa kemudian mengikuti Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, pergi ke Washington dan mencoba mempromosikan agenda mereka sendiri di sana,” kata Lavrov dalam konferensi pers.

“Tentu saja, hal ini hanya bisa kami respon dengan penolakan total,” kata Menlu Rusia itu menambahkan.

Ukraina jelas menunjukkan bahwa mereka tidak tertarik pada penyelesaian konflik yang berkelanjutan dan jangka panjang, lanjutnya.

“Tujuan yang masih dipegang oleh kepemimpinan Ukraina saat ini, dan tujuan ini tentu saja didorong oleh sponsor Barat bagi rezim Kiev, diarahkan untuk melawan upaya yang sedang dilakukan oleh Presiden Trump,” ujar Lavrov.

Menlu Rusia menyatakan pihaknya secara aktif dan khusus bekerja sama dengan pemerintahan Trump dalam menemukan cara-cara berkelanjutan jangka panjang dalam menyelesaikan akar permasalahan konflik Ukraina.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Baca juga: Pemimpin Eropa ancam beri sanksi Rusia jika tak ikut trilateral

​​​​​​​Baca juga: Rusia sambut partisipasi RI sebagai penjamin perdamaian di Ukraina

Baca juga: Trump sebut Putin dan Zelenskyy sedang persiapkan pertemuan bilateral

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Jamal Rayyan, wajah pertama Al Jazeera, meninggal pada usia 73 tahun

    Presenter Palestina menyampaikan buletin pertama jaringan tersebut ketika mengudara pada tahun 1996. Presenter Al Jazeera Arab Jamal Rayyan, wajah pertama yang pernah dilihat di saluran tersebut ketika diluncurkan hampir tiga…

    Iran Tolak Dialog Bareng Trump: Tak Ada Pengalaman Baik Bicara dengan AS

    Washington – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut negaranya tidak tertarik untuk berdialog dengan Amerika Serikat (AS). Dia membantah pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa Teheran menginginkan kesepakatan untuk…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *