Elon sebut kejahatan seksual Jeffrey Epstein jadi prioritas partainya

Elon sebut kejahatan seksual Jeffrey Epstein jadi prioritas partainya

  • Kamis, 10 Juli 2025 00:09 WIB
  • waktu baca 2 menit
Elon sebut kejahatan seksual Jeffrey Epstein jadi prioritas partainya
CEO Tesla Inc. sekaligus SpaceX Elon Musk. (ANTARA FOTO/Muhammad Adiraja/YU.)

Bagaimana bisa orang percaya pada Trump jika dia tidak mau merilis dokumen Epstein?

Istanbul (ANTARA) – Miliarder teknologi Elon Musk kembali mengkritik mantan sekutunya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, terkait kasus pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, dengan mengatakan bahwa partai barunya, America Party, akan fokus untuk merilis dokumen terkait kasus tersebut.

“Bagaimana bisa orang percaya pada Trump jika dia tidak mau merilis dokumen Epstein?” tulis Musk di platform media sosial miliknya X, pada Selasa (8/7).

Saat seorang pengguna bertanya apakah mengungkap dokumen tersebut menjadi prioritas utama bagi America Party, Musk mengiyakan dengan mengunggah emoji “100”.

Hubungan antara Trump dan Musk, yang dulunya pendonor terbesar untuk sang presiden, telah memburuk menjadi pertikaian publik yang pahit sejak Musk mulai mengkritik kebijakan Trump yang disebutnya “Big Beautiful Bill,” dan menyebutnya “benar-benar gila dan merusak.”

Baca juga: Elon Musk usul bentuk parpol baru yang berikan kebebasan berpendapat

Bulan lalu, Musk mengusulkan pembentukan partai politik baru, bertanya kepada para pengikutnya di X apakah ini saatnya untuk membentuk partai baru di Amerika yang benar-benar mewakili 80 persen masyarakat di tengah.

Ia kemudian mendukung usulan salah satu pendukung untuk menamai partai baru tersebut “America Party”, mirip dengan America PAC (Political Action Committee) yang ia luncurkan tahun lalu, dan telah menghabiskan 239 juta dolar AS (Rp3,89 triliun) untuk mendukung Trump serta kandidat Partai Republik lainnya dalam Pemilu 2024.

Pengusaha teknologi itu sebelumnya sempat menyerukan pemakzulan Trump, mengklaim Trump muncul dalam dokumen yang berkaitan dengan mendiang pelaku kejahatan seksual yang sudah meninggal yakni Epstein, meski ia kemudian menarik kembali klaimnya.

Foto Trump bersama Epstein sudah lama beredar di publik, namun Trump menyatakan bahwa ia tidak menyadari kejahatan yang dilakukan Epstein, yang telah divonis karena menyediakan anak di bawah umur untuk tujuan prostitusi dan perdagangan seks.

Baca juga: Elon Musk: AS bisa terjerumus ke dalam “perbudakan utang”

Jaksa Agung AS, Pam Bondi, baru-baru ini menyatakan pemerintah AS tidak akan merilis daftar klien Epstein karena daftar tersebut disebut-sebut tidak pernah ada.

Tindakan pemerintahan Trump yang menarik kembali janji untuk merilis dokumen yang selama ini dicari oleh sekutu-sekutu konservatif, telah menuai kritik dari berbagai pihak.

Baca juga: Orang paling tajir di dunia versi Forbes Juli 2025, Elon Musk teratas

Sumber: Anadolu

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Malam Lailatul Qadar 2026 Tanggal Berapa? Simak Prakiraannya

    Jakarta – Malam Lailatul Qadar merupakan momen penting yang sangat dinanti umat Islam di bulan Ramadan. Memasuki pertengahan bulan suci ini, masyarakat mulai banyak yang mencari tahu kapan jatuhnya malam…

    KPK Buka-bukaan di Praperadilan Yaqut: Kerugian Negara Kasus Haji Rp 622 M

    Jakarta – KPK menyatakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah merampungkan perhitungan kerugian keuangan negara dalam kasus kuota haji tahun 2024 yang menjerat mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *