SEKRETARIS Kabinet Letnan Kolonel TNI Teddy Indra Wijaya mengklaim harga bahan bakar minyak nonsubsidi di Indonesia masih lebih murah dibandingkan negara lain. Pernyataan Teddy ini merespons lonjakan harga bahan bakar jenis Pertamax.
Adapun PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga bahan bakar jenis Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (RON 95) pada Rabu, 10 Juni 2026. Pertamax yang semula dijual Rp 12.300 per liter melonjak menjadi Rp 16.250 per liter. Sedangkan Pertamax Green 95 naik dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 17.000 per liter.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kenaikan ini terjadi di luar jadwal rutin Pertamina mengumumkan perkembangan harga BBM pada tanggal 1 setiap bulannya. “Walaupun naik, harga Pertamax di Indonesia jauh lebih murah dibanding BBM RON 92/95 di negara lain,” kata Teddy melalui unggahan pada akun @sekretariat.kabinet, Jumat, 12 Juni 2026.
Pada ungggahan itu, Teddy sekaligus memaparkan harga bahan bakar RON 92/95 di beberapa negara tetangga di Asia Tenggara. Misalnya, harga di Filipina dipatok Rp 22.158 per liter; Laos Rp 31.945 per liter; Thailand Rp 28.910 per liter; Myanmar Rp 25.085 per liter; dan Singapura Rp 42.971 per liter.
Berbeda dengan negara ASEAN lainnya, harga bahan bakar RON 95 di Malaysia mendapat subsidi hanya RM1,99 atau sekitar Rp 8.800 per liter. Sedangkan harga BBM RON 95 nonsubsidi untuk warga asing RM3,72 atau sekitar Rp 16.450.
Dalam keterangannya, Teddy menekankan bahwa Pertamax adalah bahan bakar nonsubsidi. “Artinya, harga Pertamax harus mengikuti harga minyak dunia,” ujar Teddy.
Sementara itu, kata Teddy, tidak ada kenaikan harga jenis bahan bakar bersubsidi seperti Pertalite dan Solar. Sejak harga minyak dunia meningkat buntut perang Iran versus Amerika Serikat serta Israel, harga bahan bakar bersubsidi masih berada pada angka Rp 10.000 per liter untuk jenis Pertalite dan Rp 6.800 per liter untuk Solar.
“Harga minyak dunia naik drastis sejak Maret, tetapi pemerintah sudah menahan kenaikan selama berbulan-bulan,” kata Teddy.
Adapun penjelasan mengenai kenaikan harga Pertamax datang dari Teddy Indra Wijaya pada Jumat malam sekitar pukul 19.00 WIB, di tengah demonstrasi mahasiswa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Aksi massa itu berlangsung sejak siang hari, dengan salah satu tuntutan pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak.






