Jakarta –
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini merespons aksi demonstrasi yang digelar di depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN) dengan tuntutan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) diaudit. Dia memastikan penyampaian aspirasi tersebut merupakan hak masyarakat yang harus dihormati.
“Pertama, saya menghargai aspirasi masyarakat yang meminta audit program MBG. Itu hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan,” kata Yahya Zaini kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yahya mengatakan audit terhadap pengelolaan anggaran pemerintah pada dasarnya merupakan kewenangan lembaga resmi negara. Ia meyakini BGN telah menjalani proses audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagaimana kementerian dan lembaga negara lainnya.
“Saya percaya BGN telah diaudit oleh BPK selaku badan resmi yang mengaudit anggaran kementerian dan lembaga. Namun kita belum tahu hasil auditnya,” ujarnya.
Politikus Partai Golkar itu menilai hasil audit nantinya dapat menjadi dasar untuk melihat efektivitas pengelolaan program sekaligus memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai ketentuan.
Lebih lanjut, Yahya menyebut BPK juga memiliki kewenangan melakukan audit investigasi apabila diperlukan untuk kepentingan tertentu. Langkah tersebut dinilai penting apabila ditemukan indikasi masalah dalam tata kelola maupun penggunaan anggaran.
“Jika diperlukan untuk kepentingan tertentu, BPK dapat melakukan audit investigasi terhadap program MBG. Sehingga akan ditemukan di mana letak kesalahan tata kelola dan penyimpangan penggunaan anggaran yang dikelola oleh BGN,” jelasnya.
Demo MBG
Sejumlah massa yang menamakan diri MBG Watch melakukan demonstrasi di depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN). Massa memasang garis kuning-hitam di kantor BGN.
Pantauan detikcom di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (10/6), massa menempelkan sejumlah poster berisi kritik terhadap program makan bergizi gratis (MBG). Mereka membawa poster ‘Gedung Ini Kami Segel’, ‘Audit MBG’, hingga ‘Kami Muak! Rombak Total MBG!’.
Sejumlah peserta aksi tampak membawa atribut seperti panci dan alat masak lainnya. Mereka bergantian menyampaikan orasi menggunakan pengeras suara.
Dalam orasinya, perwakilan massa menilai tata kelola program MBG perlu dievaluasi menyeluruh. Mereka mengaku kecewa dengan persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program tersebut.
“Kami Aliansi MBG Watch ingin menuntut pemerintah untuk secara serius merombak tata kelola MBG kita,” kata salah satu orator dalam aksi.
(azh/ygs)





