Pramono Ajak Menteri Prabowo Naik Angkutan Umum di Jakarta

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengajak sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih naik transportasi publik di Jakarta. Menurut Pramono, Jakarta telah mempunyai layanan transportasi publik yang nyaman seperti Transjakarta dan Transjabodetabek. 

“Kami ingin mengundang bapak-ibu sekalian yang belum pernah naik Transjakarta, Transjabodetabek, harus dicoba dan tidak kalah dengan negara-negara besar di mana pun,” ujar Pramono saat menghadiri penandatanganan Surat Keputusan Bersama tentang Program Percontohan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu bagi Perempuan dan Anak di Balai Kota Jakarta pada Kamis, 4 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Adapun sejumlah pejabat yang hadir dalam acara tersebut antara lain: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Di sektor transportasi, kata Pramono, Jakarta telah mencatat kemajuan signifikan. Tingkat konektivitas transportasi di Jakarta kini telah mencapai sekitar 93 persen.

Sistem transportasi publik di Jakarta, kata dia, kini masuk dalam jajaran 17 terbaik di dunia. Namun, jumlah warga yang memanfaatkan transportasi publik di Jakarta baru 28 persen.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih berupaya meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan transportasi publik hingga melampaui 30 persen. “Jika target tersebut tercapai, Jakarta akan semakin berkembang sebagai kota dengan sistem transportasi yang lebih baik,” ujarnya.

Pramono mengatakan tarif terjangkau menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi umum. Pemerintah menetapkan tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Rp 3.500.

Saat ini, Transjabodetabek sudah mempunyai 14 rute yang melayani sejumlah kawasan di sekitar Jakarta seperti Bogor, Tangerang, Depok, hingga Bekasi.

Kebijakan ini bertujuan mendorong semakin banyak warga yang beralih menggunakan transportasi umum. Selain itu, fasilitas transportasi publik di Jakarta juga telah ramah anak, perempuan, dan penyandang disabilitas.

“Peningkatan kualitas transportasi ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan publik yang aman, nyaman, dan mudah diakses masyarakat.”

  • Related Posts

    Hilangnya Ekuador: Di dalam pencarian jawaban sebuah keluarga

    Meskipun mungkin benar bahwa kasus-kasus tersebut mengalami kemajuan, keluarga orang-orang yang hilang berpendapat bahwa kasus-kasus tersebut berkembang dengan sangat lambat. Sejak awal Desember, Garis Patahan telah menghabiskan waktu bersama keluarga…

    Pejabat Trump yang menjadi musuhnya, John Bolton, menerima kesepakatan pembelaan dalam kasus dokumen

    Meskipun menjabat sebagai penasihat keamanan nasional Trump, Bolton telah muncul sebagai penasihat utama terhadap presiden tersebut. John Bolton, mantan penasihat keamanan nasional Presiden Donald Trump, akan menerima kesepakatan pembelaan dalam…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *