Sawah Sumatra Makin Pulih, Luas Tanam Naik 44 Persen dalam 20 Hari

INFO TEMPO – Upaya memulihkan sawah yang rusak akibat banjir terus dilakukan oleh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera. Menukil data dari laporan harian Satgas PRR di bawah komando Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, seluas 3.256 hektare sawah memasuki masa tanam pada 2 Juni 2026.

“Pemulihan sawah terdampak terus didorong untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” ujar Juru Bicara Satgas PRR, Amran, pada Rabu, 6 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sawah yang berhasil dipulihkan bertambah 99 hektare atau sekitar 44 persen dalam kurun waktu 20 hari yaitu pada 13 Mei hingga 2 Juni 2026. Saat 13 Mei, luasan sawah yang memasuki masa tanam berjumlah 2.259 hektare yang seluruhnya berada di Sumatera Barat. Namun per hari ini, terdapat tambahan 939 hektare di Sumatera Barat serta 58 hektare di Aceh yang telah kembali ditanami.

Capaian tersebut menunjukkan progres pemulihan terus menuju target yang ditetapkan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir pada 30 April lalu, yakni memastikan percepatan masa tanam sebelum puncak musim kemarau pada Agustus.

Bila mencakup tiga provinsi, maka angka 3.256 hektare, menyumbang 8 persen dari total target pemulihan sawah yang mencapai 42.702 hektare. Proses pemulihan dimulai dengan penyusunan dokumen rencana. Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan konstruksi hingga memasuki fase olah lahan sebelum akhirnya kembali dapat ditanami.

Namun, angka tersebut justru tinggi bila khusus di Sumatera Barat yaitu 82 persen dari total target 3.902 hektare. Faktornya karena daerah paling luas terdampak di provinsi ini yaitu Kabupaten Solok telah memulihkan 91 persen lahan dari total target 1.500 hektare.

Beberapa daerah lainnya juga melakukan percepatan yang menonjol, seperti Kabupaten Pasaman Barat seluas 172 hektare, Kota Solok 78 hektare, dan Kota Pariaman 36 hektare yang per hari ini telah pulih 100 persen.

Kemudian di Aceh, tepatnya di Kabupaten Bireuen telah merampungkan pemulihan sehingga lahannya bisa ditanami kembali mencapai 58 hektare. Total luas sawah terdampak di Kabupaten ini sebesar 2.620 hektare dan 31.464 hektare di seluruh Provinsi Aceh. 

Sementara itu, di Sumatera Utara belum ada sawah yang memasuki masa tanam dari target seluas 7.336 hektare. Hingga saat ini, proses rehabilitasi masih berada pada tahap konstruksi dengan capaian 49 persen.

Anggaran yang digelontorkan untuk pemulihan sektor ini juga sampai ke tangan masing-masing pemerintah daerah. Alokasinya sebesar Rp 337,9 miliar yang terbagi menjadi Rp 221,5 miliar untuk Aceh, Rp 83,8 miliar untuk Sumatera Utara, dan Rp 32,6 miliar untuk Sumatera Barat. (*)

  • Related Posts

    Soal Pelantikan Kepala BGN, Mensesneg: Nanti Kami Umumkan

    MENTERI Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan petinggi baru Badan Gizi Nasional atau BGN dapat langsung menjalankan tugas dan fungsi mereka sejak pengumuman perombakan struktur kepemimpinan pada Selasa malam, 2 Juni…

    Kecelakaan di jalan raya Kuwait saat rudal Iran terbang di atasnya

    Kecelakaan di jalan raya Kuwait saat rudal Iran terbang di atasnya Umpan Berita Video menunjukkan kecelakaan mobil terjadi di sebuah jalan di Kota Kuwait saat rudal terbang di atasnya. Militer…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *