REKTOR terpilih Universitas Islam Indonesia atau UII Yogyakarta periode 2026-2030 Hari Purnomo yang menggantikan Fathul Wahid berjanji kampusnya tidak akan mengelola dapur makan bergizi gratis atau MBG.
Penolakan terhadap MBG masuk kampus sebelumnya diutarakan Fathul Wahid. Fathul kerap ikut berdemonstrasi memprotes proyek andalan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu bersama masyarakat sipil di Yogyakarta.
Fathul menyatakan kampus punya mandat meningkatkan mutu pendidikan, riset, pengabdian masyarakat, dan menjaga nalar kritis. Kampus seharusnya tidak dibebani peran operasional yang menjauhkan misi strategis tersebut.
Hari Purnomo menyebutkan akan meneruskan sejumlah kebijakan Fathul. UII akan berkonsentrasi pada kualitas pendidikan dan mengelola riset pendidikan. “Kampus tidak mengurus MBG. Konsentrasi pada pengembangan riset,” kata Hari seusai pelantikan rektor oleh pengurus Yayasan Badan Wakaf UII di Auditorium kampus terpadu UII, Selasa, 2 Juni 2026.
Menurut dia, banyak riset hanya berupa naskah dan teronggok karena belum banyak masyarakat manfaatkan. Selain itu, guru besar teknik industri ini fokus agar lulusan UII terserap di dunia kerja dan menghadapi disrupsi maupun perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Pemerintah meminta perguruan tinggi membangun dan mengelola dapur MBG melalui Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto bersama Kepala Badan Gizi Nasional atau BGN Dadan Hindayana saat meresmikan dapur MBG milik Universitas Hasanuddin, Sulawesi Selatan, Selasa, 28 April 2026.
Brian mendorong perguruan tinggi tak berhenti pada riset. Menurut dia, kampus perlu terlibat langsung dalam implementasi kebijakan pemerintah, termasuk upaya pemenuhan gizi anak-anak melalui program MBG. Ia berharap langkah Unhas diikuti kampus lain. Hari menyatakan UII belum menerima surat instruksi menteri agar kampusnya mendirikan dapur MBG.
Pilihan Editor: Sambangi SMPN 111 Jakarta untuk Cek MBG, Prabowo Ikut Makan Bersama Siswa





