Foto: Protes di luar pusat karantina Ebola AS yang direncanakan di Kenya

Ratusan orang melakukan unjuk rasa menentang rencana pengiriman warga negara AS yang terpapar virus ke Pangkalan Udara Laikipia.

Kenya Ebola

Seorang petugas polisi menyiarkan barikade yang terbakar di Nanyuki, Kenya. [Andrew Kasuku/AP Photo]

Ratusan anak muda di Kota Nanyuki di Kenya tengah menunjukkan rasa menentang rencana pendirian pusat karantina Ebola bagi warga Amerika Serikat yang terpapar virus tersebut di Pangkalan Udara Laikipia yang dilindungi.

Protes pada hari Senin terjadi dua hari setelah Pengadilan Tinggi Kenya menangguhkan pendirian fasilitas tersebut dan kedatangan pasien asing, sambil menunggu kasus yang diajukan oleh Masyarakat Hukum Kenya dan pengawas konstitusi.

Kedua organisasi tersebut berpendapat bahwa sistem kesehatan Kenya yang rapuh berarti pasien Ebola asing tidak dapat dikarantina di negara tersebut.

Para pejabat AS mengatakan pada hari Kamis bahwa Amerika berencana mengirim warga Amerika yang terpapar virus tersebut Ebola saat berada di luar negeri ke fasilitas baru di Kenya, alih-alih menerbangkan mereka pulang. Para pejabat, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan fasilitas itu akan berada di Pangkalan Udara Laikipia dan akan beroperasi di 50 tempat tidur karantina pada hari Jumat.

Menteri Kesehatan Aden Duale mengatakan pada hari Minggu bahwa karantina pusat adalah untuk “semua orang” dan tidak hanya untuk warga negara AS.

Pemerintah AS bermaksud memberikan $13,5 juta untuk upaya kesiapsiagaan Ebola di Kenya, kata Menteri Luar Negeri Marco Rubio dalam sebuah pernyataan.

Para pemimpin setempat, termasuk Gubernur Laikipia Joshua Irungu, mengatakan kepada wartawan bahwa mereka menentang pembentukan pusat karantina Ebola.

“Ini akan membuat warga kami terpapar Ebola,” seraya menambahkan bahwa banyak penduduk setempat yang bekerja di pangkalan udara dan bisa tertular.

Kenya belum mencatat satu pun kasus Ebola, namun negara tetangganya, Uganda, telah melaporkan sembilan kasus dan menutup perbatasannya dengan Republik Demokratik Kongo (DRC)

Setidaknya 263 kasus terkonfirmasi virus Bundibugyo, jenis Ebola langka yang belum disetujui vaksin atau pengobatan, telah dilaporkan di DRC, menurut angka resmi.

Kenya Ebola

Protes pada hari Senin terjadi dua hari setelah Pengadilan Tinggi Kenya menangguhkan pendirian fasilitas tersebut dan kedatangan pasien asing. [Andrew Kasuku/AP Photo]

Kenya Ebola

Tentara Kenya berpatroli saat pengunjuk rasa menentang rencana pembangunan pusat tersebut. [Andrew Kasuku/AP Photo]

Kenya Ebola

Menteri Kesehatan Aden Duale mengatakan bahwa karantina pusat adalah untuk ‘semua orang’ dan tidak khusus untuk warga negara AS. [Andrew Kasuku/AP Photo]

Kenya Ebola

Pengungkapan rasa di Nanyuki. [Andrew Kasuku/AP Photo]

Kenya Ebola

Para pemimpin setempat, termasuk Gubernur Laikipia Joshua Irungu, mengatakan kepada wartawan bahwa mereka menentang pusat karantina Ebola. [Andrew Kasuku/AP Photo]

Kenya Ebola

Polisi anti huru hara bersiaga saat pengunjuk rasa menunjukkan rasa di Nanyuki. [Andrew Kasuku/AP Photo]

Kenya Ebola

Seorang pengunjuk rasa dengan bendera Kenya di dekat barikade yang terbakar. [Andrew Kasuku/AP Photo]

  • Related Posts

    Bisakah Kanada yang 'terbaik' akhirnya mencapai babak sistem gugur Piala Dunia?

    Penampilan Piala Dunia sebelumnya: 2 Performa terbaik: Grup Babak (1986, 2022) Penampilan pertama: 1986 (Meksiko) Pencetak gol terbanyak: Alfonso Davies (1) Pemain yang harus diperhatikan: Alfonso Davies Peringkat dunia FIFA:…

    35 Mobil dan 165 Personel Damkar Kini Tangani Kebakaran Rumah di Kemayoran

    Jakarta – Petugas pemadam kebakaran (damkar) menambah pengerahan personel ke lokasi kebakaran rumah di Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus). Petugas telah berhasil mencegah kobaran api menyambar ke objek lain. “Sementara sudah…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *