Fadli Zon Pastikan Buku Sejarah Indonesia Terbit Agustus

MENTERI Kebudayaan Fadli Zon mengatakan buku sejarah Indonesia berjudul Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global akan diterbitkan pada Agustus tahun ini.

“Sudah terbit sebenarnya, tapi sedang kita edit dengan perwajahannya, desain bukunya. Insyaallah nanti bulan Agustus ini,” kata Fadli Zon ditemui setelah salat Idul Adha di Masjid Istiqlal, Jakarta, 27 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Fadli mengatakan buku tersebut bisa diakses ke publik setelah diterbitkan. 

Editor umum buku tersebut, Singgih Tri Sulistiyono, mengatakan subtansi buku sejarah nasional versi pemerintah itu sudah rampung. Kendati demikian, bagian desain sampul buku belum ditentukan. 

Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya dari Universitas Diponegoro ini mengatakan, sampul buku masih disempurnakan oleh perancang sampul buku. Rancangan desain digarap oleh Kementerian Kebudayaan. 

“Jadi ini tinggal proses desain saja. Proses desain tentu yang nanti yang menentukan dari Kementerian Kebudayaan,” kata Singgih kepada kepada Tempo, 13 Mei 2026. .

Buku setebal 8 ribu lembar dengan 11 jilid itu digarap 123 sejarawan dari 34 perguruan tinggi se-Indonesia. 11 jilid buku terdiri dari 1. Sejarah Awal Nusantara; 2. Nusantara dalam Jaringan Global: India dan Cina; 3.  Nusantara dalam Jaringan Global: Timur Tengah; 4. Interaksi dengan Barat: Kompetisi dan Aliansi; 5. Respons terhadap Penjajahan; 6. Pergerakan Kebangsaan; 7. Perang Kemerdekaan Indonesia; 8. masa Bergejolak dan Ancaman Integrasi; 9. Orde Baru (1967-1998); 10. Era Reformasi (1999-2024); serta 11. Faktaneka dan Indeks.

Singgih menuturkan, buku sejarah nasional anyar ini akan dicetak secara terbatas untuk diberikan kepada lembaga. Namun publik bisa mengakses gratis PDF buku ini secara gratis melalui perpustakaan daring. 

“Kira-kira ya nanti hard launching pada hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia 17 Agustus,” ujar Singgih. 

Tahun lalu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon meluncurkan buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta, Ahad, 14 Desember 2025. 

Fadli berkata rencana penulisan buku sejarah sempat ada polemik. Sejumlah masyarakat meminta proyek penulisan sejarah ulang ini dihentikan. Namun, Fadli mewajarkan masukan itu sebagai proses berdemokrasi. 

“Sempat ada polemik untuk menghentikan penulis sejarah. Tapi itu wajar,” kata Fadli saat memberikan sambutan yang disiarkan YouTube Kementerian Kebudayaan.

Fadli mengklaim penulisan ulang sejarah itu tanpa campur tangan pemerintah. Politikus Partai Gerindra ini menyatakan kementeriannya hanya memfasilitasi para sejarawan untuk menulis sejarah. Saat peluncuran Desember tahun lalu, ia juga mengklaim belum membaca sama sekali buku itu. “Buku ini satu lembar pun belum pernah saya lihat. Jadi saya tidak bohong,” ujarnya. 

  • Related Posts

    Fadli Zon: Prabowo Sering ke Prancis karena Hubungan Saling Untung

    MENTERI Kebudayaan Fadli Zon mengatakan Presiden Prabowo Subianto sering berkunjung ke Prancis karena hubungan bilateral kedua negara saling menguntungkan dan strategis. “Saya kira hubungan ekonomi kita sedang baik dan saya…

    Qurban: Meneguhkan Keimanan dan Memperkuat Kepedulian Sosial

    INFO TEMPO – Hari Raya Idul Adha bukan sekadar momentum ritual tahunan, melainkan ruang spiritual untuk memperkuat kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Ibadah qurban mengajarkan kepada kita semua…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *