Bamsoet Tegaskan Idul Adha Jadi Momentum Perkuat Ketahanan Nasional

Jakarta

Anggota DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) melaksanakan kurban Idul Adha 1447 Hijriah dengan memotong tiga ekor sapi di DPD Partai Golkar Kebumen, DPD Partai Golkar Banjarnegara dan DPD Partai Golkar Purbalingga Jawa Tengah (Jateng).

Bamsoet menegaskan peringatan Idul Adha harus dimaknai sebagai momentum memperkuat ketahanan nasional di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dan ketidakpastian global.

Ketika dunia menghadapi ketidakpastian ekonomi, konflik geopolitik, gangguan rantai pasok, serta menurunnya kohesi sosial, nilai pengorbanan dan semangat berbagi yang terkandung dalam Idul Adha harus menjadi fondasi penting agar bangsa tetap kuat dan masyarakat tetap terhubung satu sama lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Idul Adha mengajarkan bahwa pengorbanan dan kepedulian sosial adalah fondasi ketahanan bangsa. Negara yang kuat lahir dari masyarakat yang tidak membiarkan sesamanya berjalan sendiri ketika menghadapi tekanan ekonomi maupun perubahan global,” ujar Bamsoet, dalam keterangan tertulis, Rabu (27/5/2026).

“Semangat berbagi melalui kurban merupakan bentuk nyata bagaimana nilai agama memperkuat persatuan nasional,” sambungnya.

Bamsoet menuturkan ancaman terhadap bangsa Indonesia telah mengalami perubahan bentuk. Jika dahulu ancaman identik dengan agresi militer, saat ini tantangan justru muncul melalui pelemahan daya beli, meningkatnya ketimpangan, tekanan ekonomi rumah tangga, fragmentasi sosial, hingga menurunnya tingkat kepercayaan antar masyarakat.

Laporan terbaru Global Report on Food Crises 2026 mencatat sebanyak 266 juta orang di 47 negara mengalami kerawanan pangan akut sepanjang tahun 2025, atau lebih dari dua kali lipat dibanding satu dekade sebelumnya.

Lebih dari 80% kasus terjadi di wilayah yang mengalami krisis berkepanjangan, dengan konflik, tekanan ekonomi, dan gangguan iklim sebagai pemicu utama.

Dalam kondisi tersebut, semangat kurban menjadi relevan karena menghadirkan mekanisme distribusi sosial yang berjalan secara sukarela dan berakar pada kesadaran moral.

“Dunia hari ini sesungguhnya tidak sedang kekurangan sumber daya. Dunia sedang diuji oleh kemampuan manusia menjaga solidaritas,” kata Ketua DPR RI ke-20 tersebut.

“Ketika kepedulian melemah dan semua orang hanya memikirkan dirinya sendiri, maka stabilitas sosial akan ikut melemah,” sambungnya.

Bamsoet menegaskan Indonesia memiliki modal sosial yang relatif kuat dibanding banyak negara lain melalui budaya gotong royong, zakat, sedekah, serta tradisi kurban yang telah mengakar.

Tradisi tersebut memiliki dampak besar karena menyentuh aspek spiritual, sosial, sekaligus ekonomi. Bagi sebagian keluarga, distribusi daging kurban menjadi salah satu akses penting terhadap konsumsi protein.

Di sisi lain, momentum Idul Adha juga menggerakkan peternak lokal, pelaku distribusi, hingga ekonomi kerakyatan.

“Pesan terbesar Idul Adha di era modern saat ini adalah keberanian untuk menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Pengorbanan dapat hadir dalam bentuk menahan konsumsi berlebihan, memperkuat ekonomi nasional, membantu kelompok rentan, menjaga persatuan, serta memperbesar ruang kepedulian sosial,” pungkasnya.

(akd/ega)

  • Related Posts

    RSUD Notopuro Sidoarjo Perkuat Layanan Medical Check Up

    Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat layanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat. Salah satu upaya itu dilakukan melalui RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo yang kini menggencarkan layanan medical check up…

    Mengapa Israel menyerang Nabatieh, kota besar di selatan Lebanon?

    Beirut, Lebanon – Militer Israel memerintahkan pengiriman paksa penduduk kota Nabatieh di Lebanon selatan pada hari Selasa, di tengah peningkatan kampanyenya – yang seolah-olah melawan sasaran Hizbullah – di Lebanon.…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *