Hotel-hotel di Kota New York menghindari ancaman pemogokan buruh sebelum Piala Dunia FIFA

Operator hotel menghindari ‘ancaman yang sangat nyata’ dengan menandatangani kesepakatan dengan 25.000 pekerja saat kota tersebut menjadi tuan rumah turnamen 2026.

Operator hotel dan ⁠serikat pekerja di Kota New York telah mencapai kesepakatan kerja selama delapan tahun yang mencakup sekitar 25.000 pekerja, untuk menghindari pemogokan terkait upah, beban kerja, dan jumlah staf yang mengancam akan mengganggu kota tersebut ⁠sebelum Piala Dunia FIFA, kata ketua Asosiasi Hotel Kota New York.

Vijay Dandapani, presiden dan kepala eksekutif asosiasi tersebut, mengatakan pada hari Selasa bahwa suasana hati para pemilik “secara keseluruhan positif” setelah negosiasi selama berminggu-minggu, meskipun industri memberikan konsesi yang signifikan.

“Kami datang jauh dari keadaan semula,” kata Dandapani.

Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah bersama turnamen tersebut bersama Kanada dan Meksiko mulai 11 Juni hingga 19 Juli.

Meskipun FIFA, badan sepak bola global dan penyelenggara turnamen, tidak terlibat dalam pembicaraan tersebut, prospek masuknya penggemar sepak bola meningkatkan pertaruhannya.

Kampanye serikat pekerja telah memperingatkan kemungkinan pemogokan dan mendesak pengunjung untuk menghindari hotel yang terkena dampak.

Potensi pemogokan merupakan “ancaman yang sangat nyata”, kata Dandapani, seraya Menyebutkan aksi buruh baru-baru ini di kota-kota AS termasuk Los Angeles dan ⁠Boston.

Dandapani mengatakan angka sekitar $200.000 mencerminkan perbaikan pada akhir perjanjian, bukan pada awal perjanjian.

Pemilik hotel mengikuti pembicaraan dengan tujuan mempertahankan profitabilitas, dengan alasan pasar akomodasi di New York belum sepenuhnya pulih dari pandemi. Tingkat hunian masih di bawah tingkat tahun 2019, dan tarif kamar yang disesuaikan dengan inflasi masih belum bisa mengejar ketinggalan, katanya.

Dia juga menyebutkan tekanan yang lebih luas, termasuk perang AS-Israel terhadap Iran, masalah tarif dan visa.

Kesepakatan tersebut menyusul mengutip usulan kebijakan kota yang menurut para operator akan meningkatkan biaya tenaga kerja secara signifikan dengan membatasi beban kerja pramugari dan mewajibkan gaji ganda melebihi batas tertentu. Pemilik merencanakan hal ini dapat meningkatkan biaya upah sekitar 40 persen.

Perjanjian baru ini masih akan menambah biaya, meskipun operator mengatakan permintaan pariwisata dan acara-acara besar akan ‌mendukung ‌pendapatan.

  • Related Posts

    Prabowo: Ganti Pimpinan Bea Cukai Jika Tak Mampu

    PRESIDEN Prabowo Subianto memerintahkan agar pimpinan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai diganti jika tak mampu menyelesaikan masalah. Prabowo menyampaikan instruksi itu kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang membawahi bea…

    Hidayat Nur Wahid Rilis Buku 'Reformasi Tata Kelola Haji Indonesia'

    Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) bersama Abdul Fikri Faqih resmi meluncurkan buku ‘Reformasi Tata Kelola Haji Indonesia’ di Jakarta Pusat. Peluncuran itu sebagai langkah…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *