HUJAN deras di Kelurahan Wek 1, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara pada Selasa sore hingga malam, 19 Mei 2026 mengakibatkan longsor yang menimpa area permukiman. Dua warga di kelurahan itu dikabarkan tertimbun material longsor.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan, Hery Marantika mengatakan, informasi pertama kali terjadinya longsor diterima dari Kepala Kepolisian Sektor Batangtoru Ajun Komisaris Penggar M. Siboro. Informasi itu diterima tim rescue dan Pos SAR Danau Toba yang langsung ke tempat terjadinya longsor.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Lokasi ini juga merupakan salah satu daerah yang terdampak bencana banjir dan longsor pada akhir November 2025. Hery Marantika mengatakan, korban pertama yang ditemukan adalah Yasine Gulo, 43 tahun. Saat ditemukan, kondisinya tidak bernyawa sehingga dievakuasi ke Rumah Sakit Tapanuli Selatan.
“Korban ditemukan pada Selasa pagi, setelah tim SAR gabungan menyisir area longsoran menggunakan peralatan manual dan alat berat,” kata dia pada Rabu, 20 Mei 2026.
Hery mengatakan, area longsoran sangat luas serta kondisi tanah masih labil. Pencarian dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi tanah berpotensi mengalami longsor susulan akibat tingginya tingkat kelembapan tanah setelah hujan deras.
Akhirnya korban kedua ditemukan tertimbun material longsor pada Rabu pagi. “Namanya Sariman Gulo, 25 tahun, ditemukan dalam keadaan meninggal. Kedua korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman,” kata Hery.
Hery berterima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah terlibat dalam operasi tersebut. “Seluruh korban sudah ditemukan, operasi SAR bencana tanah longsor di Batangtoru resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing,” kata dia.





