Aksi komplotan begal di wilayah Jakarta tidak hanya meresahkan masyarakat sekitar, tapi juga warga negara asing (WNA). Baru-baru ini, empat WNA menjadi korban begal di Jakarta.
Keempat warga negara tersebut berasal dari Malaysia, Jerman, Tiongkok, hingga Italia. Pelaku beraksi di sejumlah titik, yaitu di Bundaran HI, Patung Kuda, Kebon Jeruk, Cideng, hingga Gandaria.
“Kami sedang mengkompulir untuk seluruh tempat kejadian perkara yang pernah dilakukan oleh para tersangka tersebut. Empat di antaranya korbannya adalah warga negara asing,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin, Senin (18/5/2026).
Polisi tengah melakukan pengembangan. Sebab, diduga kuat komplotan begal yang beraksi di Jakarta terdiri atas beberapa kelompok.
“Ini pelaku ini terdiri dari beberapa kelompok jaringan dan kami juga masih mengembangkan ke jaringan yang lainnya,” ucapnya.
8 Pelaku Ditangkap Tim Pemburu Begal
Sebanyak 8 orang tersangka begal ditangkap Tim Pemburu Begal Polda Metro Jaya. Dari jumlah tersebut telah terungkap 6 kasus begal di wilayah Jakarta.
Para pelaku dibekuk tiga hari sejak dibentuk. Namun masih ada beberapa lagi yang belum tertangkap.
“Malam hari ini, kami dari Tim Pemburu Begal, alhamdulillah sudah mengamankan 8 orang tersangka yang melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan sebagaimana yang kita ketahui beberapa waktu belakangan viral di wilayah hukum Polda Metro Jaya,” kata Iman.
“Beberapa TKP (tempat kejadian perkara) yang kemarin sempat viral, para pelakunya sebagian sudah kami lakukan penangkapan malam hari ini,” lanjutnya.
Terhadap para pelaku, Iman menyebut akan menjeratnya dengan Pasal 466, 471, 477, dan 479 KUHP Pidana.
“Tentunya setiap informasi yang ada di media sosial kami segera tindak lanjuti dan kami berusaha semaksimal mungkin untuk menghadirkan rasa aman bagi masyarakat Jakarta,” tuturnya.
5 Orang Pelaku DPO
Sejumlah pelaku lainnya masih ada yang dalam pengejaran oleh penyidik. Saat ini, polisi pengejaran masih dilakukan.
“Masih ada lima orang yang masih kami lakukan pengejaran,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin, dikutip Selasa (19/5/2026).
Pelaku Bawa Senpi
Para pelaku yang diburu masih berjejaring dengan pelaku yang saat ini telah ditangkap. Salah satunya ada yang beraksi dengan membawa senjata api (senpi).
“Kawan-kawannya mereka itu yang lima yang masih buron itu. Salah satunya dari yang Bundaran HI masih satu orang yang kami lakukan pengejaran. Kemudian, ada yang menggunakan senjata api juga masih dalam pengejaran,” jelasnya.
Dalam penangkapan yang dilakukan, dia mengatakan memberi tindakan tegas terukur atau menembak kaki pelaku. Hal itu dilakukan karena pelaku memberikan perlawanan kepada petugas.
“Kemudian dikarenakan di antara para pelaku itu ada yang mencoba melakukan perlawanan, ada yang melakukan perlawanan dan melarikan diri, maka kami melakukan tindakan tegas dan terukur yang tentunya tetap tindakan tegas dan terukur yang kami lakukan dalam rangka melindungi keselamatan masyarakat Jakarta yang lainnya dan juga kami tetap berpegang teguh pada hak asasi manusia kepada mereka,” bebernya.
(dek/dek)





