Hubungan Amerika Serikat dan Kuba pernah begitu memanas pada awal era 1960-an. Bahkan, AS pernah merencanakan operasi pembajakan pesawat untuk menyalahkan Kuba.
Dilansir ABC News, pada awal tahun 1960-an, para pemimpin militer tertinggi AS dilaporkan menyusun rencana untuk membunuh orang-orang tak bersalah. Mereka hendak melakukan tindakan terorisme di kota-kota AS untuk menciptakan dukungan publik terhadap perang melawan Kuba.
Dengan kode nama Operasi Northwoods, rencana tersebut dilaporkan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Beberapa di antaranya seperti pembunuhan para imigran Kuba, menenggelamkan kapal-kapal pengungsi Kuba di laut lepas, membajak pesawat, meledakkan kapal AS dan bahkan mengatur tindakan terorisme di kota-kota AS.
Rencana tersebut dikembangkan sebagai cara untuk menipu publik (false flag) Amerika Serikat dan komunitas internasional agar mendukung perang demi menggulingkan pemimpin komunis Kuba saat itu, Fidel Castro.
Para petinggi militer Amerika bahkan mempertimbangkan untuk menyebabkan korban jiwa di pihak militer AS.
“Kita bisa meledakkan kapal AS di Teluk Guantanamo dan menyalahkan Kuba,” tulis laporan tersebut.
“Daftar korban jiwa di surat kabar AS akan menyebabkan gelombang kemarahan nasional yang bermanfaat,” lanjutnya.
Gagal Dieksekusi Karena Ditolak Pemimpin Sipil
Rincian rencana tersebut dijelaskan lebih detail dalam buku berjudul Body of Secrets (Doubleday) karya wartawan investigasi James Bamford yang terbit tahun 2007. Buku ini berisi tentang sejarah badan intelijen terbesar Amerika, Badan Keamanan Nasional (NSA). Namun, rencana tersebut tidak terkait dengan badan tersebut.
Rencana tersebut telah mendapat persetujuan tertulis dari seluruh Kepala Staf Gabungan dan dipresentasikan kepada menteri pertahanan era Presiden John F Kennedy, Robert McNamara, pada Maret 1962. Namun, rencana tersebut ditolak oleh pimpinan sipil dan tetap dirahasiakan selama hampir 40 tahun.
“Ini adalah dokumen Kepala Staf Gabungan. Alasan mengapa dokumen ini dirahasiakan begitu lama adalah karena Kepala Staf Gabungan tidak pernah ingin mengungkapkannya karena sangat memalukan,” kata Bamford.
Dokumen-dokumen operasi rahasia ini menunjukkan bahwa Kepala Staf Gabungan militer AS menyusun dan menyetujui rencana operasi. Bahkan, rencana operasi yang gagal dieksekusi ini dianggap sebagai aib paling memalukan bagi AS.
Lihat juga Video Presiden Brasil Pastikan Trump Tak Berencana Menyerang Kuba
(rdp/imk)





