MARKAS besar TNI mengangkat Letnan Jenderal Robi Herbawan sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis atau BAIS. Sebelumnya, Robi menjabat sebagai Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Intelijen Kementerian Pertahanan.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Rico Sirait mengatakan, dipilihnya Robi sebagai Kepala BAIS merupakan bagian proses regenerasi. “Rekam jejak beliau tepat untuk mengemban amanah pada jabatan Kepala BAIS TNI,” kata Rico melalui pesan WhatsApp, Kamis, 7 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut Rico, selama bertugas di lingkungan Kementerian Pertahanan, Robi Herbawan dikenal sebagai salah satu perwira tinggi TNI yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang intelijen pertahanan.
Ia menuturkan, Robi Herbawan juga dikenal memiliki pemahaman yang baik terhadap dinamika strategis dan koordinasi lintas institusi, sehingga dengan rekam jejak tersebut, Robi dianggap laik untuk menduduki jabatan barunya. “Beliau sosok yang tenang dan komunikatif,” ujar Rico.
Robi Herbawan merupakan alumnus Akademi Militer tahun 1994. Ia merupakan prajurit yang cukup lama berkarier di satuan Komando Pasukan Khusus, terutama di Satuan Penanggulangan Teror. Tercatat, 12 tahun Robi berdinas di satuan elite ini.
Perwira dengan tiga bintang di pundak ini juga tercatat pernah menjadi ajudan Presiden Prabowo Subianto yang saat itu menjabat sebagai Komandan Jenderal Kopassus. Robi kemudian melanjutkan karier ke bidang intelijen setelah merampungkan pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat.
Pada periode waktu 2016-2018, Robi yang saat itu berpangkat sebagai Kolonel diberi amanah untuk menjadi Komandan Satuan Tugas BAIS TNI di Aceh. Setelah itu, karier Robi beranjak ke Kementerian Pertahanan.
Robi Herbawan akan menggantikan Letnan Jenderal Yudi Abrimantyo yang mundur di tengah pengusutan kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap aktivis Andrie Yunus. Yudi mundur setelah 4 prajuritnya terbukti melakukan penyiraman air keras ke aktivis Kontras itu.
Pada 25 Maret lalu, Kepala Pusat Penerangan Markas besar TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasrullah mengatakan, pergantian pimpinan di satuan yang bertugas menjalani urusan intelijen itu lantaran adanya keterlibatan prajurit BAIS.
“Sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kepala BAIS,” kata Aulia di Markas besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.





