Mampukah perekonomian Asia mengatasi dampak perang Iran?

Biaya bahan bakar, inflasi dan tekanan utang sedang menguji perekonomian Asia.

Bekerja dari rumah. Antrian bahan bakar. Pemadaman listrik. Ini adalah dampak perang terhadap Iran di seluruh Asia. Pemerintah-pemerintah berupaya keras untuk melindungi perekonomian mereka dari dampak krisis energi terburuk.
Beberapa menjatah bahan bakar. Negara-negara lain menerapkan kembali subsidi atau membatasi ekspor sama sekali. Dan semakin lama terganggunya Selat Hormuz, maka hal tersebut akan semakin buruk – dan hal ini juga berdampak buruk bagi negara-negara yang rentan.

Meningkatnya harga minyak meningkatkan tagihan impor – sama seperti penurunan pengiriman uang dan melemahnya mata uang. Bahan bakar, makanan, pupuk, dan utang yang harganya dalam dolar menjadi lebih mahal, sehingga memaksa pemerintah untuk menghemat cadangan, meminjam lebih banyak, atau melakukan pemotongan di tempat lain.

  • Related Posts

    Lampu Skywalk Kebayoran Padam, Warga Gunakan Senter Ponsel Saat Melintas

    Jakarta – Lampu penerangan di skywalk Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, padam. Sejumlah warga yang melintas menyalakan lampu ponsel untuk membantu penerangan. Salah seorang pengguna skywalk Kebayoran, Yulida, mengaku harus berjalan…

    Rencana Kerja 2027, Wamendagri Dorong Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah

    Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya sinkronisasi program pemerintah pusat dan pemerintah daerah (Pemda) dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027. Penyelarasan perencanaan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *