Menhub dan Dirut KAI Takziah ke Rumah Nurlaela-Nur Ainia Korban Kecelakaan KA

Jakarta

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin dan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono melakukan takziah ke beberapa keluarga korban insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Mereka menyampaikan belasungkawa dan meminta maaf atas insiden yang terjadi.

“Kami hadir untuk menyampaikan langsung rasa belasungkawa serta memastikan keluarga mendapatkan pendampingan,” kata Bobby dilansir Antara, Kamis (30/4/2026).

Adapun kunjungan Menhub dan Dirut KAI diawali di kediaman almarhumah Nurlaela di Cikarang Timur. Dalam kesempatan tersebut, rombongan menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga. Usai kunjungan di Cikarang Timur, jajaran melanjutkan takziah ke dua rumah duka lainnya di wilayah Tambun, yaitu kediaman almarhumah Arinjani Novita Sari dan almarhumah Nur Ainia Eka Rahmadhyna.

Pada kesempatan terpisah, seluruh Direksi KAI juga telah mengunjungi rumah duka para korban di berbagai lokasi sebagai bentuk empati dan tanggung jawab perusahaan kepada keluarga yang ditinggalkan, sekaligus menyerahkan santunan.

Bobby menyampaikan permohonan maaf dan duka cita kepada seluruh keluarga korban atas insiden nahas tersebut. “Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga korban atas kejadian ini,” ucap Bobby.

Ia menegaskan KAI tengah melakukan investigasi bersama pihak terkait dan menyiapkan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan operasional.

“Proses investigasi masih berlangsung bersama pihak terkait. Hasilnya akan menjadi dasar evaluasi agar keselamatan perjalanan kereta api semakin terjaga,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, keluarga korban juga menyampaikan harapan agar penyebab kejadian dapat segera diketahui.

Kemudian, Hary Marwata, ayah dari almarhumah Nur Ainia Eka Rahmadhyna, menyampaikan bahwa putrinya merupakan pengguna KRL dalam aktivitas sehari-hari.

“Setiap hari anak saya menggunakan KRL dari Tambun ke Palmerah untuk bekerja. Kami berharap proses investigasi berjalan lancar dan penyebab kejadian ini dapat segera diketahui,” kata Hary.

Seperti diketahui, insiden tabrakan antara kereta jarak jauh dan KRL terjadi di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin (27/4) yang lalu. Akibat kecelakaan tersebut, sebanyak 16 orang meninggal dunia, 91 orang luka-luka.

Dari 91 orang yang mengalami luka-luka, 43 penumpang telah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

(maa/dhn)

  • Related Posts

    Pakistan membuka jalur perdagangan darat ke Iran di tengah blokade Hormuz

    Islamabad, Pakistan – Pakistan telah membuka enam rute transit darat untuk barang-barang tujuan Iran, meresmikan koridor jalan melalui wilayahnya ketika ribuan kontainer masih terdampar di pelabuhan Karachi karena blokade Amerika…

    Prabowo Akan Resmikan 21 RSUD yang

    PRESIDEN Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan 21 rumah sakit umum daerah atau RSUD yang “naik kelas” alias kualitasnya ditingkatkan pada Mei mendatang. Pemerintah meningkatkan tipe 21 rumah sakit itu dari tipe…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *