Indonesia mengadili empat tentara atas serangan asam terhadap aktivisme

Jaksa militer telah mendakwa empat orang dalam penyerangan yang membakar seperlima pemakaman aktivis Andrie Yunus.

Persidangan telah dibuka di pengadilan militer di Jakarta terhadap empat tentara Indonesia yang isinya melakukan serangan asam terhadap seorang aktivis yang berkampanye menentang perluasan peran angkatan bersenjata dalam pemerintahan.

Jaksa militer mendakwa kelompok tersebut, termasuk Edi Sudarko, Budi Hariyanto Widhi Cahyono, Nandala Dwi Prasetia dan Sami Lakka, pada hari Rabu dengan penyerangan serius, dengan hukuman ancaman maksimal 12 tahun berdasarkan hukum pidana Indonesia.

Cerita yang Direkomendasikan

daftar 4 barang

daftar akhir

Para terdakwa, yang diajukan oleh pengacara yang ditunjuk militer, hadir di pengadilan dengan mengenakan seragam. Pengacara pembela kedua pria tersebut mengatakan kepada pengadilan bahwa mereka tidak akan membantah dakwaan tersebut, sehingga perdamaian dapat dilanjutkan.

Penyerangan terjadi pada 12 Maret, ketika aktivis Andrie Yunus – wakil koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) – sedang mengendarai sepeda motor di Jakarta. Dua pria yang mengendarai sepeda motor lain menyiramnya dengan asam.

Pengunjung berjalan melewati mural yang menampilkan Andrie Yunus, wakil koordinator kelompok hak asasi KontraS yang menderita luka serius ketika dua pria mengendarai skuter menyiraminya dengan air keras, di Pameran Mural,
Pengunjung berjalan melewati mural yang menampilkan Andrie Yunus, wakil koordinator kelompok hak asasi KontraS, yang menderita luka serius ketika dua pria mengendarai skuter menyiraminya dengan air keras, di Pameran Mural, ‘Dari Warga untuk Andrie’, di Jakarta, pada 27 April 2026 [AFP]

Andrie, 27, mengalami luka bakar di lebih dari 20 persen wajah dan tubuhnya dan satu matanya menjadi buta, menurut jaksa militer Mohammad Iswadi.

Meskipun polisi pada awalnya mengidentifikasi dua tersangka lainnya berdasarkan rekaman CCTV, empat lainnya akhirnya ditangkap.

Mereka semua bekerja untuk Badan Intelijen Strategis militer Indonesia, yang ketuanya telah mengundurkan diri, meskipun alasan tersebut tidak disebutkan.

Iswadi mengatakan kelompoknya marah atas aktivisme Andrie, namun tidak menjalankan perintah resmi.

Pada saat penyerangan terjadi, Andrie baru saja selesai merekam podcast, mengkritik apa yang dia gambarkan sebagai militerisasi pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabu Subiantomantan jenderal.

Dia juga memprotes amandemen tersebut diratifikasi oleh DPR RI tahun lalu, mengizinkan personel militer aktif untuk diangkat ke berbagai jabatan pemerintahan, termasuk di kantor kejaksaan agung, mitigasi bencana nasional, dan badan kontraterorisme.

Anggota Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) memegang poster solidaritas dengan Andrie Yunus, seorang aktivis dan wakil koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) kelompok hak asasi manusia, yang menderita luka bakar di 24% wajah dan lengannya akibat disiram air keras oleh dua penyerang tak dikenal di atas sepeda motor pada 12 Maret, usai konferensi pers di Jakarta, Indonesia, 16 Maret 2026. REUTERS/Willy Kurniawan
Anggota Tim Advokasi Demokrasi (TAUD) memegang poster solidaritas dengan Andrie Yunus di Jakarta, Indonesia, 16 Maret 2026 [Willy Kurniawan/Reuters]

Kelompok hak asasi manusia mengkritik langkah-langkah tersebut karena meningkatkan keterlibatan militer dalam urusan publik, yang berpotensi mengarah pada perlindungan kekuasaan dan hak asasi manusia.

“Para tersangka menilai Andrie Yunus telah menghina dan menginjak-injak institusi militer,” kata Iswadi.

Pengawas hak asasi manusia Indonesia, Komnas HAM, secara terpisah mengklaim bahwa setidaknya 14 orang terkait dengan serangan tersebut.

Insiden tersebut “dapat menimbulkan ketakutan di kalangan warga sipil untuk mengkritik pejabat pemerintah”, kelompok tersebut diperingatkan.

Menurut Iswadi, orang keempat tersebut merencanakan penyerangan terhadap kedatangan militer mereka di Jakarta.

Salah satu dari mereka memperoleh “cairan penghilang karat” dari bengkel militer dan mencampurkannya dengan cairan aki, katanya, sebelum kelompok tersebut pergi mencari Andrie dengan sepeda motor.

Sidang berikutnya dijadwalkan pada tanggal 6 Mei, ketika jaksa diharapkan menghadirkan saksi.

  • Related Posts

    Aksi Nyata Peduli Bumi, Pegadaian Inisiasi Gerakan PURE Movement

    INFO NASIONAL – PT Pegadaian meluncurkan inisiatif keberlanjutan bertajuk PURE (Pegadaian Uniform REcycle) Movement, di Pegadaian Tower, Jakarta, pada Rabu, 22 April 2026. Program ini merupakan gerakan nyata perusahaan dalam…

    Mensos & Gubernur Malut Sepakat Bangun Layanan Terpadu Kelompok Rentan

    Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara sepakat membangun layanan terpadu bagi kelompok rentan, Sekolah Rakyat, serta dukungan logistik kebencanaan. Kesepakatan tersebut disampaikan dalam pertemuan Menteri Sosial…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *