Workshop Konten Digital Jadi Pintu Baru Kreator Morotai

INFO TEMPO — “Jangan lupa baronda di Morotai!” ucap Reza Kusman saat membuka video Instagram Reels karyanya. Ajakan yang berarti “jangan lupa jalan-jalan di Morotai” itu mengawali konten berdurasi 49 detik, di mana pria 35 tahun tersebut mengulas Museum Trikora di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Sembari mengajak followers dan viewers-nya berkeliling secara virtual, ia menceritakan peninggalan sejarah yang tersimpan di museum saksi peristiwa Perang Dunia Kedua itu.

Berkat konten tersebut, Reza yang berprofesi sebagai dosen di Universitas Pasifik Morotai Prodi Teknik Lingkungan ini berhasil menjadi pemenang pertama, mengalahkan lebih dari seratus peserta dalam workshop “Shoot, Edit, Upload: Pelatihan Bikin Konten Keren dari Smartphone” yang diselenggarakan oleh Tempo Inti Media Impresario bersama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), di SMP Negeri 1, Kabupaten Pulau Morotai, pada Selasa, 14 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dialog Direktur Utama BAKTI Komdigi Fadhilah Mathar dengan Sekretaris Kabupaten Morotai Muhammad Umar Ali pada saat pembukaan workshop Konten Keren dari Smartphone, di GOR SMP Negeri 1 Morotai, Selasa, 14 April 2026. Dok. Bakti Kominfo

Reza pun berkeinginan menularkan ilmu penyuntingan yang diperoleh dari workshop tersebut kepada para mahasiswanya. Ia memang rutin mengajak mahasiswanya membuat konten edukatif, seperti dalam mata kuliah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Pada mata kuliah tersebut, Reza mendampingi mahasiswanya untuk pengambilan data di lapangan, dan membuat konten media sosial dari kegiatan tersebut.

Bagi Reza, materi dalam workshop telah memperkaya pengetahuannya. Ia mengaku mendapatkan banyak insight baru dari tiga pemateri yang memaparkan ilmu praktis mengenai strategi pembuatan konten, teknik pengambilan video untuk konten, serta penyuntingan video.

Workshop yang berlangsung di Morotai tersebut merupakan rangkaian kegiatan pelatihan yang juga akan diselenggarakan di Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat. Kegiatan ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan pemahaman tentang pemanfaatan teknologi digital secara bijak, kreatif, dan produktif.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital membuka peluang luas bagi setiap individu untuk berkarya. Menurutnya, melalui perangkat sederhana seperti smartphone, masyarakat kini dapat menjadi kreator yang mampu menyampaikan informasi sekaligus membangun citra positif daerah.

Workshop ini penting bukan hanya untuk keterampilan teknis seperti pengambilan gambar, penyuntingan, hingga publikasi, tetapi juga untuk membuka wawasan dalam memanfaatkan media digital secara bijak,” ujarnya.

Ia juga mendorong para peserta, mulai dari pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum untuk menjadikan kegiatan ini sebagai momentum peningkatan kapasitas diri. Lebih jauh, ia mengajak masyarakat untuk aktif mempromosikan potensi Morotai. Mulai dari pariwisata, budaya, kuliner, hingga produk lokal, agar dikenal hingga tingkat global.

Di sisi lain, Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadhilah Mathar, menyoroti pentingnya peran manusia dalam transformasi digital. Ia mengingatkan bahwa kesenjangan literasi digital masih menjadi tantangan, khususnya di kawasan timur Indonesia. “Transformasi digital bukan hanya soal infrastruktur, tetapi manusianya. Bagaimana kita memahami dan memanfaatkan teknologi untuk maju,” katanya.

Fadhilah menggambarkan Morotai sebagai wilayah yang kaya akan sejarah dan keindahan alam, yang memiliki potensi besar untuk diceritakan ke dunia melalui platform digital. “Digitalisasi seharusnya menjadi jembatan yang menghubungkan identitas lokal dengan dunia global,” tambahnya.

Direktur Tempo Inti Media Impresario, Ali Nur Yasin, menjelaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari program berkelanjutan yang telah dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari Keerom, Sambas, hingga Rote Ndao, serta beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur. “Tahun ini kami hadir di Maluku Utara, termasuk Morotai dan Halmahera Barat. Ini bagian dari komitmen untuk terus memperluas jangkauan literasi digital,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya mendorong generasi muda agar tidak sekadar menjadi pembuat konten, tetapi juga pencerita yang mampu mengangkat potensi daerah dan nilai-nilai lokal secara kreatif.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari dunia pendidikan. Kepala SMP Negeri 1 Morotai, Rudy Yaman, menyampaikan apresiasinya karena sekolahnya dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan workshop. “Ini kesempatan berharga bagi siswa untuk mendapatkan pengetahuan digital. Teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan, dan tantangan kita adalah menggunakannya secara bijak,” ujarnya. Ia juga mengajak para siswa untuk berani mencoba dan menggunakan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan hal-hal positif serta memperkenalkan budaya daerah.

Salah satu siswa SMA Negeri 1 Pulau Morotai, Sayyid Husen Ali yang mengikuti workshop tersebut mengaku paling menyukai kelas tentang pengenalan media sosial dan editing dalam workshop tersebut. “Yang paling saya suka adalah kelas tentang pengenalan media sosial dan editing,” ujarnya. Sebagai bagian dari workshop, Ali membuat konten video sederhana namun informatif, yaitu tentang UKS yang berada di SMA Negeri 1 Morotai.

Peserta antusias mengikuti materi kelas yang disampaikan Kak Suci tentang editing video dengan ponsel di SMP Negeri 1 Morotai, Selasa, 14 April 2026. Dok. Bakti Kominfo

Melalui workshop ini, diharapkan lahir generasi kreator digital dari Morotai yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga mampu menghadirkan cerita lokal yang autentik dan berdaya saing global. Dari Morotai, untuk Indonesia, bahkan dunia.

Upaya ini sejalan dengan langkah Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pulau Morotai yang dalam satu tahun terakhir terus meningkatkan layanan informasi publik, termasuk melalui kanal media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok.

Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pulau Morotai, Nasrudin Padoma, juga berharap pemerataan akses internet dapat segera terwujud, agar masyarakat di wilayah terpencil dapat menikmati layanan publik secara setara. “Keberadaan Internet gratis di titik-titik strategis akan menjadi ruang akses bagi masyarakat untuk belajar, berusaha, dan berinovasi di era digital,” ucapnya. (*)

  • Related Posts

    Tanggapan PSI Soal Isu Jokowi Mau Ambil Alih Partai

    KETUA Harian Dewan Pengurus Pusat Partai Solidaritas Indonesia Ahmad Ali menepis kabar yang menyebut mantan Presiden Joko Widodo berkeinginan mengambil alih partai politik. Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan dengan Jokowi…

    Halte TransJ Bisa Pakai Nama Parpol, PAN Ingatkan Pentingnya Netralitas

    Jakarta – Partai Amanat Nasional (PAN) mengapresiasi wacana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pemanfaatan fasilitas publik seperti halte Transjakarta. Sekretaris Jenderal DPP Partai…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *