Respons Puan Maharani Soal Isu Reshuffle Kabinet

KETUA Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani mengatakan bahwa kocok ulang atau reshuffle Kabinet Merah Putih merupakan hak Istimewa Presiden Prabowo Subianto. Puan mengatakan itu saat menanggapi kabar reshuffle yang kembali terdengar belakangan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“(Reshuffle) hak prerogatif Presiden. Silakan tanya ke Istana,” ucap Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu di kompleks DPR, Jakarta, pada Kamis, 16 April 2026.

Sebelumnya Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya tidak membenarkan maupun membantah ketika ditanya apakah ada rencana reshuffle dalam waktu dekat. Dia hanya meminta publik menantikan kabar resmi pengocokan ulang jajaran pembantu Presiden tersebut.

Teddy pun kembali ditanya apakah perombakan kabinet bakal dilakukan pada April 2026, namun dia enggan menjawab dengan lugas. Ia hanya menyebut bahwa Presiden Prabowo yang bakal menjelaskan. “Nanti Bapak Presiden yang menceritakan,” ujarnya.

Isu reshuffle berhembus beberapa kali sejak awal tahun ini. Pada penghujung Januari 2026 lalu, rumor itu menggelinding setelah keponakan Prabowo, Thomas Djiwandono, didapuk menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Penunjukan Thomas secara otomatis membuat kursi Wakil Menteri Keuangan yang sebelumnya diduduki kosong.

Kabar itu terbukti benar ketika Presiden Prabowo melantik mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, untuk mengisi jabatan tersebut. Thomas dan Juda bertukar posisi.

Kemudian, kabar kocok ulang kabinet juga beredar manakala keponakan Prabowo yang lain, yakni Budisatrio Djiwandono, disebut bakal bergabung ke kabinet oleh Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Utut Adianto. Pernyataan itu disampaikan Utut dalam rapat kerja bersama Kementerian Pertahanan dan TNI pada Senin, 26 Januari.

Sultan Abdurrahman dan Ervana Trikarinaputri berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan editor: Mengapa Banyak Terjadi Kekerasan Seksual di Kampus

  • Related Posts

    Tanggapan PSI Soal Isu Jokowi Mau Ambil Alih Partai

    KETUA Harian Dewan Pengurus Pusat Partai Solidaritas Indonesia Ahmad Ali menepis kabar yang menyebut mantan Presiden Joko Widodo berkeinginan mengambil alih partai politik. Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan dengan Jokowi…

    Halte TransJ Bisa Pakai Nama Parpol, PAN Ingatkan Pentingnya Netralitas

    Jakarta – Partai Amanat Nasional (PAN) mengapresiasi wacana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pemanfaatan fasilitas publik seperti halte Transjakarta. Sekretaris Jenderal DPP Partai…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *