BGN: Insentif SPPG Rp 6 Juta Hangus Jika Tak Penuhi Standar

BADAN Gizi Nasional atau menyatakan insentif sebesar Rp 6 juta per hari bagi mitra satuan pelayanan pemenuhan gizi atau SPPG dalam program makan bergizi gratis (MBG) bisa hangus. BGN bilang insentif itu dapat langsung dihentikan jika fasilitas tidak memenuhi standar operasional.

Direktur Manajemen Risiko Pemenuhan Gizi BGN Rufriyanto Maulana Yusuf mengatakan kebijakan ini mengacu pada prinsip no service, no pay. “Hak mitra atas insentif Rp 6 juta ini akan seketika hangus manakala fasilitas SPPG terklasifikasi dalam status gagal beroperasi atau tidak tersedia,” ujar Rufriyanto dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 4 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ia menjelaskan, penghentian insentif berlaku jika fasilitas tidak memenuhi sejumlah parameter, seperti standar sanitasi, keamanan pangan, hingga kesiapan operasional. Misalnya, jika air terdeteksi terkontaminasi, sistem pengolahan limbah bermasalah, atau fasilitas penyimpanan tidak berfungsi.

Dalam kondisi tersebut, fasilitas dinyatakan tidak memenuhi standar kesiapan (standby readiness), sehingga pembayaran insentif dihentikan pada hari yang sama.

Menurut Rufriyanto, mekanisme ini diterapkan untuk mendorong mitra menjaga kualitas layanan secara konsisten, karena seluruh risiko operasional berada di pihak mitra.

BGN menilai skema tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga standar keamanan pangan dan kualitas pelaksanaan program MBG.

  • Related Posts

    Momen Prabowo Naik Maung Hadiri Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

    Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina. Prabowo hadir dalam forum internasional itu menggunakan mobil Maung Garuda. Dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden,…

    Mimpi Aldi Bersama Istri dan Anak Merantau Kandas Usai Bus ALS Terbakar

    Jakarta – Suasana haru menyelimuti keluarga korban kecelakaan bus ALS yang menabrak truk tangki minyak di Sumatera Selatan, di posko RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang. Salah satu keluarga korban, Hambali…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *