Pria di Sulsel Tega Mutilasi Ayah Kandung gegara Tak Diakui Sebagai Anak

Jakarta

Pria lansia bernama Idris (61) tewas dibunuh hingga tubuhnya dimutilasi oleh anak kandungnya berinisial SS (35) dan tetangganya, ML (72) di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pelaku diduga sakit hati karena tidak diakui sebagai anak kandung.

Insiden tersebut terjadi di gubuk penampungan rumput laut milik korban di Kelurahan Mariorennu, Kecamatan Gantarang, Minggu (29/3/2026) dini hari. Korban ditemukan tewas mengenaskan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Pelaku dalam kasus ini berjumlah dua orang, yakni ML (72) dan SS (35). SS merupakan anak kandung korban, sementara ML adalah tetangga korban. Keduanya tinggal di alamat yang berdekatan dengan korban,” kata Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto saat konferensi pers di Mapolres Bulukumba, dilansir detikSulsel, Rabu (1/4).

Restu mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh anaknya yang lain pada Senin (30/3) pagi. Korban sebelumnya sempat dilaporkan tidak pulang selama tiga hari.

Satreskrim Polres Bulukumba bersama Polsek Gantarang kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi. Aparat juga memeriksa empat orang saksi yakni MF, BC, SS dan ML pada Selasa (31/3).

“Tim penyidik berhasil mengungkap kasus ini dan menetapkan kedua pelaku sebagai tersangka pada hari yang sama,” tuturnya.

Baca selengkapnya di sini.

(azh/azh)

  • Related Posts

    Apakah pragmatisme menggantikan ideologi dalam urusan internasional?

    Amerika Serikat dan India berupaya memperbaiki hubungan setelah setahun pertikaian diplomatik di mana tarif diberlakukan dan kemudian dengan cepat dibatalkan karena perang AS-Israel terhadap Iran. Ini hanyalah salah satu contoh…

    Lansia di Jombang Bakar Toko Grosir karena Sakit Hati Diusir Pemilik

    Jombang – Lansia inisial NS (66) ditangkap usai membakar toko grosir di Jombang, Jawa Timur. Tukang tambal ban ini mengaku sakit hati dengan pemilik toko karena telah diusir. Kasus ini…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *