TPA Sampah Sarimukti Dibuka Kembali Setelah Libur Lebaran

TEMPAT pembuangan akhir sampah Bandung Raya di Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, kembali dibuka setelah ditutup dua hari saat Idul Fitri 1447 Hijriah. Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Salman Faruq, proses pengangkutan sampah kini sudah kembali berjalan.

“Saat Lebaran TPA Sarimukti tidak menerima kiriman sampah karena libur operasional sehingga berdampak pada tertahannya pengangkutan di sejumlah titik,” katanya lewat keterangan tertulis, Selasa 24 Maret 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Setelah TPA Sarimukti kembali dibuka Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung mengerahkan 1.025 personel yang terdiri dari 619 petugas penyapu dan 406 petugas angkutan. Sampah diangkut 134 unit armada, meliputi 66 truk, 7 pikap, 57 motor sampah, serta dua alat berat.

Penanganan difokuskan di 71 lokasi terutama di kawasan dengan aktivitas tinggi seperti pusat kota, destinasi wisata, pasar, dan ruas jalan utama. “Secara visual memang ada peningkatan karena kunjungan wisatawan ke pusat kota cukup tinggi seperti di Jalan Asia Afrika dan Braga sampai malam masih ramai,” ujar Salman.

Walau begitu penanganan sampah di Kota Bandung pasca Lebaran belum sepenuhnya tuntas. Alasannya karena keterbatasan kuota pengiriman ke TPA Sarimukti, sehingga tidak semua tempat penampungan sampah dapat langsung dibersihkan secara menyeluruh. “Tapi yang penting tidak meluber ke jalan, tidak mengganggu lalu lintas,” katanya.

Dinas Lingkungan Hidup mencatat volume sampah pada malam takbiran mencapai 438 meter kubik atau setara 208 ton. Jumlah itu, menurut Salman, meningkat sekitar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan sampah itu tak pelak menghasilkan timbunan seperti yang dilaporkan di area taman Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat.

Menurut Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung Dadang Setiawan pengelolaan dan pengangkutan sampah di lokasi tersebut telah memiliki jadwal rutin yang dijalankan melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurut dia, kondisi penumpukan yang terlihat saat ini merupakan bagian dari proses penanganan bertahap yang mengikuti jadwal operasional.

“Kondisi yang terlihat merupakan bagian dari proses penanganan bertahap sesuai jadwal operasional, bukan merupakan pembiaran,” kata dia. Pihak dinas menurutnya akan mempercepat penanganan tumpukan sampah itu meskipun belum memasuki jadwal pengangkutan.

  • Related Posts

    Momen Prabowo Naik Maung Hadiri Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

    Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina. Prabowo hadir dalam forum internasional itu menggunakan mobil Maung Garuda. Dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden,…

    Mimpi Aldi Bersama Istri dan Anak Merantau Kandas Usai Bus ALS Terbakar

    Jakarta – Suasana haru menyelimuti keluarga korban kecelakaan bus ALS yang menabrak truk tangki minyak di Sumatera Selatan, di posko RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang. Salah satu keluarga korban, Hambali…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *