Siapa yang menang dan kalah dalam krisis energi global?

Ketika harga minyak melonjak, beberapa negara mendapat keuntungan sementara yang lain menghadapi kenaikan biaya.

Perang di Timur Tengah menampilkan betapa besarnya ketergantungan dunia pada beberapa titik strategi.

Selat Hormuz – jalur air sempit di Teluk – ditutup.

Semakin lama hal ini berlangsung, semakin cepat peta energi global dapat terbentuk kembali.

Mulai dari Eropa hingga Asia, banyak negara menghadapi peningkatan risiko pasokan dan ancaman guncangan inflasi.

Jika konflik antara AS, Israel, dan Iran berlarut-larut, maka alternatif lain akan sulit ditemukan.

Namun, Rusia tampaknya akan menjadi penerima manfaat terbesar, dengan melonjaknya harga-harga yang memenuhi keuangan Moskow meskipun ada sanksi dari Barat.

  • Related Posts

    Terungkap Aliran Rp 30 M ke Dedi Congor yang Lari Usai Diperiksa KPK

    Jakarta – Kasus suap importasi barang pada Bea Cukai terus bergulir. Terbaru, ada pengakuan terkait aliran uang Rp 30 miliar ke PNS Bea Cukai bernama Ahmad Dedi atau Dedi Congor.…

    J

    Lebih dari seribu mahasiswa memadati kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, menuju Bundaran HI untuk aksi Menuju Indonesia Bangkrut.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *