Hasan Nasbi Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas Apa?

Jakarta

Eks Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi merapat ke Istana, Jakarta siang ini. Hasan mengaku dipanggil untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto namun belum mengetahui apa yang akan dibahas.

“Tadi jam setengah 2, di-WA protokol. Ada agenda bersama presiden gitu, tapi saya belum tahu agendanya, terus terang belum tahu,” kata Hasan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasan menilai dirinya akan diajak rapat membahas kondisi terkini. Termasuk geopolitik dunia yang tengah bergejolak di Timur Tengah.

“Topik-topik kondisi terkini saja. Kan kita ada, lagi di luar lagi ada perang, terus bagaimana Indonesia menyikapinya supaya kita tidak terjebak ke dalam krisis, bagaimana solusinya, macam-macam lah,” ujarnya.

“Tapi kan yang bicara menteri-menteri ya. Saya dengarkan saja. Saya kan tidak ikut ngomong, saya dengarkan saja,” lanjutnya.

Hasan lantas buka suara terkait dirinya yang beberapa kali diajak dalam rapat bersama Prabowo. Ia menampik terkait adanya tugas baru di pemerintahan.

“Iya diajak rapat saja, belum sebagai apa-apa. Belum ada sebagai apa-apa,” katanya.

Saat ditanya mengenai tawaran untuk masuk ke kabinet lagi, Hasan enggan bicara. Ia mengaku sejauh ini belum ada tawaran apapun.

“Belum ada pembicaraan soal itu. Belum ada bicara soal itu. Nanti kita lihatlah ya,” ujarnya.

Sebelumnya, Hasan Nasbi terlihat sempat ikut rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (9/3) malam.

Hasan mengaku hanya menyimak selama ratas berlangsung. Adapun ratas itu membahas langkah-langkah strategis nasional pemerintah dan persiapan jelang Hari Raya.

“Saya ikut dengerin aja kemarin,” kata Hasan saat dihubungi, Selasa (10/3/2026).

Hasan mengatakan tak memberikan masukan dalam rapat tersebut. Dia hanya membuat notulen rapat.

“Nggak terlibat kasih saran atau masukan, sama mencatat aja,” tambahnya.

(eva/maa)

  • Related Posts

    Pemerintah militer Myanmar menolak perundingan damai

    Pemimpin kudeta Min Aung Hlaing dipilih oleh parlemen sebagai presiden awal bulan ini setelah pemilu dicemooh sebagai pemilu palsu. Pemerintah Myanmar yang didukung militer telah mengundang kelompok-kelompok yang berseberangan untuk…

    permohonan bantuan hukum pro-Palestina tetap tinggi pada tahun 2025 di tengah tekanan kampus AS

    Washington, DC – tuntutan dukungan hukum terkait advokasi pro-Palestina tetap tinggi di Amerika Serikat pada tahun lalu, ketika Presiden Donald Trump mengancam aktivisme dan universitas dengan hukuman. Dalam laporan tahunan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *