Serangan AS-Israel ke Iran Bisa Picu Perang Dunia III? Pakar Bilang Begini

Jakarta

Konflik di Timur Tengah makin memanas, yang diawali dengan serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran. Namun apakah konflik ini bisa memicu Perang Dunia Ketiga?

Pakar hubungan internasional, Teuku Rezasyah, menilai konflik tersebut bisa memicu Perang Dunia ketiga. Salah satu alasannya adalah aktor yang terlibat merupakan aktor utama, yakni AS dan Israel.

“Secara teori, PD III dapat terwujud dengan tiba-tiba. Kesatu, semakin banyak aktor yang terlibat, langsung maupun tidak langsung dalam perang kali ini,” kata Rezasyah kepada wartawan, Rabu (3/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Aktor utama sudah jelas, yakni Amerika Serikat dan Israel, yang menyerang Iran tanpa menghormati hukum internasional,” tambahnya.

Lalu, Rezasyah mengatakan aktor pendamping mereka adalah kumpulan negara di Timur Tengah, yang memiliki perjanjian keamanan dengan AS maupun Israel. Aktor susulan adalah negara-negara di luar kawasan, tapi memiliki aturan untuk saling mendukung dengan AS, dalam hal terjadinya ancaman atas AS, yang dapat mereka tafsirkan sebagai ancaman bersama.

“Ke dalam aktor susulan ini adalah mereka yang terhimpun dalam NATO, AUKUS, ANZUS, dan tidak terkecuali tetangga-tetangga RI di ASEAN yang memiliki basis AS disana,” katanya.

“Potensi akan membesar dari hari ke hari, terlebih lagi dengan terbakarnya banyak ladang minyak di Timur Tengah, dan semakin kuatnya Iran mengendalikan Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama energi dunia,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengungkap bahwa pemantik paling besar terjadinya Perang Dunia Ke-3, yakni meledaknya instalasi rahasia.

“PD III ini dapat semakin cepat terwujud, seandainya terjadi ledakan tidak sengaja di salah satu instalasi rahasia, yang dapat memicu serangan balik secara total,” ujarnya.

AS dan Israel memulai operasi skala besar pada Sabtu (28/2). Mereka menargetkan fasilitas komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), lokasi peluncuran rudal balistik dan drone, lapangan terbang militer, dan sistem pertahanan udara Iran.

Serangan AS dan Israel menewaskan sejumlah petinggi Iran. Salah satunya ialah pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Rentetan ledakan juga mengguncang sejumlah negara Teluk Arab yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (28/2) waktu setempat. Mulai dari Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, hingga Kuwait semuanya melaporkan rentetan ledakan setelah AS bersama Israel menyerang Iran.

(azh/idn)

  • Related Posts

    KPK OTT Bupati Pekalongan

    Jakarta – KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, operasi senyap itu dilakukan di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah. Kabar OTT ini dibenarkan oleh juru bicara KPK Bufi Prasetyo…

    Anggota Komisi I DPR Dorong Pemerintah Tegas Kecam Israel-AS

    ANGGOTA Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Oleh Soleh mengecam keras penyerangan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat hingga membuat pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei tewas. Dia mendesak pemerintahan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *