Anggota Komisi I DPR Dorong Pemerintah Tegas Kecam Israel-AS

ANGGOTA Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Oleh Soleh mengecam keras penyerangan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat hingga membuat pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei tewas. Dia mendesak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pengenaan sanksi kepada dua negara itu.

Menurut dia, sikap pemerintah Indonesia dalam mengecam tindakan Israel dan Amerika Serikat itu bisa dilakukan lewat berbagai forum internasional. “Saya mendesak pemerintah untuk berada di garda terdepan dalam menyuarakan sanksi terhadap Israel dan Amerika Serikat,” kata dia dalam keterangan tertulisnya pada Selasa, 3 Maret 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Terlebih, dia mengatakan penyerangan tanpa provokasi yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat telah memicu kekacauan serta eskalasi. Penyerangan terhadap Iran, ujar dia, telah mencoreng semangat perdamaian dunia dan merusak komitmen internasional terhadap perdamaian.

“Semangat Board of Peace seharusnya menjadi landasan untuk menciptakan perdamaian, bukan justru menjadi pembenaran atas tindakan perang,” ujar legislator Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Oleh turut menyoroti pembunuhan terhadap Ayatollah Ali Khamenei dalam penyerangan ini. Menurut dia, pembunuhan terhadap otoritas tertinggi negara sebagai pelanggaran berat hukum internasional serta melanggar prinsip kedaulatan negara.

Anggota komisi bidang luar negeri ini menyatakan tindakan Israel dan Amerika Serikat ini tak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Apalagi, kata dia, Iran termasuk anggota sah Perserikatan Bangsa-bangsa yang segala haknya dijamin hukum dan konvensi internasional.

Oleh mendorong Perserikatan Bangsa-bangsa untuk secepat mungkin menindak tegas kedua negara tersebut. “Dunia internasional tidak boleh terus-menerus membiarkan praktik yang melanggar hukum internasional terjadi tanpa konsekuensi. Harus ada tindakan konkret dan tegas,” katanya.

Ketegangan di Timur Tengah memuncak setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan agresi gabungan terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa serangan itu menewaskan pimpinan tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Serangan balasan dilakukan Iran dengan meluncurkan gelombang rudal dan drone ke Israel dan ke beberapa pangkalan militer di Timur Tengah tempat pasukan AS beroperasi.

Kondisi konflik belum menunjukan tanda-tanda mereda. Diberitakan Daily Mail, 2 Maret 2026, Donald Trump mengungkap kemungkinan perang dengan Iran bisa berlangsung selama empat minggu ke depan.

Dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, tak tertulis pernyataan negara mengecam tindakan penyerangan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat kepada Iran. Pemerintah menyatakan menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah. “Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi,” tulis pernyataan tersebut.

Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai. 

Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi.

  • Related Posts

    7 Fakta Tabrakan Beruntun 10 Kendaraan di Tol Cipularang Makan Korban

    Jakarta – Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Tol Cipularang arah Jakarta. Kecelakaan menewaskan dua orang. Dirangkum detikcom, Jumat (6/3/2026), kecelakaan terjadi Kamis (5/3) malam tepatnya di Tol Cipularang…

    Top Nasional: Gaji Guru Turun hingga Mahasiswa UI Melawan

    SEJUMLAH artikel tentang peristiwa politik dan sosial di kanal Nasional Tempo mendapat sorotan dari mayoritas pembaca. Berita itu adalah penyebab gaji guru turun pada 2026, rencana aksi mahasiswa Universitas Indonesia,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *