Waka Komisi IV DPR: Warga Manfaatkan Kayu Banjir Sumatera Butuh Payung Hukum

Jakarta

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan gelondongan kayu yang terbawa banjir bandang dapat dimanfaatkan oleh warga. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman mendukung dan meminta pemerintah menyediakan peraturannya.

“Ide yang bagus dan harus segera direalisasikan, tetapi pemerintah tolong siapkan payung hukumnya,” kata Alex Indra kepada wartawan, Minggu (11/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alex menyebut sampah akibat bencana itu disebut sampah spesifik. Hal itu diatur dalam UU Nomor 18 Tahun 2008 dan PP Nomor 27 Tahun 2020.

“Sampah akibat bencana sesuai peraturan perundang-undangan adalah sampah spesifik,” katanya.

Sebelumnya, Tito Karnavian mengatakan gelondongan kayu yang terbawa banjir bandang dapat dimanfaatkan oleh warga. Tito mengatakan kayu-kayu itu dapat digunakan untuk membangun rumah hingga jembatan.

“Koordinasi kita dengan Menteri Kehutanan sudah clear bahwa kayu-kayu itu dapat dimanfaatkan oleh warga. Itu misalnya untuk membangun rumah, pagar, dan lain-lain, jembatan, silakan,” kata Tito di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (10/1).

Namun Tito menegaskan kayu-kayu tersebut tak boleh dimanfaatkan oleh perusahaan komersial. Dia menekankan kayu hanya dapat dipakai untuk kepentingan masyarakat.

“Yang nggak boleh adalah, yang nggak boleh adalah kayu itu, ya, diambil oleh perusahaan komersial, dan kemudian setelah itu dipakai untuk jualan komersial,” tuturnya.

(azh/dhn)

  • Related Posts

    WNA Diduga Ekshibisionis di Blok M, Pramono Minta Pelaku Dihukum Berat

    Jakarta – Viral di media sosial pria warga negara asing (WNA) diduga melakukan ekshibisionisme di Taman Literasi, Blok M, Jakarta Selatan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pelaku dihukum berat…

    Tempuh Medan Terjal, Polres Aceh Tengah Salurkan Bantuan ke Wilayah Terpencil

    Jakarta – Polres Aceh Tengah menyalurkan bantuan dan pendampingan kepada warga terdamak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Bintang. Bantuan disalurkan langsung ke wilayah terpencil yang hingga kini masih mengalami kesulitan akses.…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *